Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

KPI tak bisa sanksi YouTube dan Netflix

10:57:08 | 18 Aug 2019
KPI tak bisa sanksi YouTube dan Netflix
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko)- Komisi Penyiaran Indonesia dinilai tidak memiliki wewenang dan dasar hukum untuk mengawasi Youtube dan Netflix. Karena Youtube dan Netflix merupakan perusahaan asing yang tidak berbadan hukum Indonesia.

“Tidak ada dasar hukumnya KPI ingin mengawasi Youtube dan Netflix. KPI hanya berwenang mengawasi lembaga penyiaran TV (Televisi) di Indonesia. Sementara Youtube dan Netflix merupakan perusahaan asing yang badan hukumnya tidak di Indonesia. Mau diberi sanksi bagaimana oleh KPI? Tidak bisa KPI memberi sanksi kepada mereka,” tegas Anggota Komisi I DPR RI Evita Nursanty seperti dikutip dari laman DPR.go.id (18/8). 

Diungkapkannya, beberapa waktu dalam sebuah rapat, pihaknya sempat memberikan pertanyaan apakah KPI mampu jika diberi tugas tambahan mengawasi tv-tv digital yang ada (tidak termasuk Youtube dan Netflix). Pasalnya tv digital ini sudah marak sekali dan tidak ada yang mengawasi. Pengawasannya pun hanya meliputi konten, pengaturan jam tayang, dan sebagainya.

“TV digital ini tidak ada yang mengawasi. Kita perlu memperluas tanggung jawab KPI untuk TV digital yang berkembang ini, yang tentunya berbadan hukum Indonesia. Adakah konten pornografi, penyebaran radikalisme, atau tayangan infotainment yang jam tayangnya bisa ditonton anak-anak. Pengaturan jam tayang dan lain-lain itu perlu diatur dan dilakukan pengawasan,” jelasnya. 

Sementara jika ada konten-konten di Youtube dan Netflix yang menganggu pertahanan atau national security Indonesia, bisa menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) untuk meminta pihak terkait menghapus (take down) konten bahkan akun yang membahayakan itu. “Seperti yang pernah dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang men-take down akun-akun yang meresahkan,” pungkasnya. (Baca: KPI dan Youtube)

Sebelumnya, Ketua KPI Agung Suprio ingin mengawasi konten di platform media streaming seperti Youtube dan Netflix agar sesuai dengan filosofi atau kepribadian bangsa.(wn)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma