Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Mengenal Chris Kanter, antara kontroversi dan ambisi

13:32:00 | 04 May 2019
Mengenal Chris Kanter, antara kontroversi dan ambisi
Chris Kanter.(dok)
telkomtelstra januari - maret
WASHINGTON D.C (IndoTelko) - Sebuah pesan singkat masuk ke aplikasi perpesanan IndoTelko pada Kamis (2/5) siang waktu Washington D.C. atau jelang malam, Jumat (3/5) di Jakarta.

"CK mundur dari ISAT-1. Bisa di follow up kabar ini," tulis pesan yang dikirimkan ruang redaksi IndoTelko itu.

Sontak, informasi itu menimbulkan kekagetan bagi saya yang tengah bertugas di Ibukota Amerika Serikat ini.

Bagaimana tidak, Chris Kanter atau akrab disapa CK baru saja diangkat kembali oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2019 Indosat (2/5) sebagai Direktur Utama/CEO di anak usaha Ooredoo itu. Kenapa dalam hitungan belasan jam CK mengundurkan diri?

Kabar mundurnya CK memang belum resmi diumumkan pemegang saham atau Ooredoo ke media massa. Awak media baru mendapat bocoran melalui aplikasi perpesanan tentang adanya Corporate Announcement yang dibuat Komisaris Utama Indosat, Waleed Mohamed Ebrahim Alsayed, ke kalangan internal operator itu yang mengumumkan terjadinya pergantian tampuk pimpinan.

Dalam pengumuman itu, Waleed menyatakan Chris Kanter dikembalikan perannya sebagai anggota dewan komisaris, sementara untuk posisi Direktur Utama/CEO akan diduduki Ahmad Al Neama yang sebelumnya menjadi komisaris di Indosat dan telah bekerja dengan Ooredoo selama 15 tahun lebih.

Neama juga sebelumnya menjadi dewan direksi di Ooredoo Myanmar dan menjadi Chief Tchnology Officer Ooredoo Group sejak 2017.

Group Head Corporate Communication Indosat Turina Farouk kala dikonfirmasi terkait dokumen internal yang beredar di kalangan media mengaku belum bisa berkomentar banyak.

"Maaf saya tidak bisa memberikan komentar mengenai hal ini karena ini adalah ranah pemegang saham," katanya kepada IndoTelko dalam pesan (4/5).

IndoTelko mencoba mengonfirmasi ke beberapa petinggi lainnya di operator tersebut, kabar yang didapat sinyal pergantian itu benar adanya. "Memang (mundur), tapi tunggu resminya saja ya," kata sumber itu.

Sumber lainnya di kalangan Kementrian Badan Usaha Menteri (KBUMN) mengungkapka dalam RUPST yang digelar (2/5) tak ada dibahas sama sekali isu pergantian Direktur Utama.

"Saya juga kaget kenapa tiba-tiba CK mundur. Dugaan sementara ini karena komitmen soal alokasi belanja modal jumbo yang diminta CK untuk dua tahun kedepan sepertinya sulit dipenuhi oleh Ooredoo," kata sumber itu. (Baca:Pendanaan Indosat)

Kontroversi

Nama Chris Kanter tak asing di Indosat karena sudah menduduki posisi komisaris di operator itu sejak 2010 hingga diangkat menjadi Direktur Utama pada Oktober 2018. CK pernah menjadi komisaris di Garuda Indonesia pada periode 2013-2015, dan Komisaris Independen Bank BNP Paribas Indonesia periode 2011-2020.

Sosok CK sendiri sejak menduduki posisi ISAT-1 (Dirut) tak bisa dilepaskan dari kontroversi. "Gaya gua ya gini (blak-blakan). Mungkin elo semua kaget, tapi gua kan business owner, kalo ngomong masih kebawa gaya pemilik bukan pengurus," katanya kala Media Gathering di Yogyakarta beberapa bulan lalu.

IndoTelko pun mencatat sejumlah kontroversi yang pernah dilontarkan CK sejak menduduki posisi kursi panas itu pertengahan Oktober 2018.

Pertama, mengungkap isu rencana merger dan akuisisi dengan XL. Isu ini dilepas CK kala melakukan temu media pertama kali dengan awak media. Sontak isu ini menjadi bahan "gorengan" yang lezat di pasar dan memberikan dampak positif bagi pergerakan saham Indosat.

Kedua, pertemuan CK dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melaporkan pengangkatan dirinya menjadi Dirut di operator itu dan membahas pembelian kembali saham Indosat oleh pemerintah. Dari pertemuan itu CK membuat pernyataan yang kontroversi dimana menyarankan pemerintah tak usah melakukan buyback karena valuasi dan kinerja Indosat tak seperti sebelum dibeli Qatar Telecom. (Baca: Buyback Indosat)

Ketiga, CK berani menjanjikan membawa Indosat kembali ke posisi nomor dua di pasar seluler nasional dengan komitmen belanja modal 2019-2021 sebesar US$2 miliar. Program LEAD menjadi andalan CK. LEAD adalah Leap towards an empowered high performing team, Establish a competitive video-grade network, Accelerate B2B as new engine of growth by improving B2B competitiveness, dan Deliver value through commercial, sales, and efficiency. (Baca: Ambisi Chris Kanter)

Telkom Marketing 2
Keempat, CK berhasil membawa salah satu petinggi Telkomsel, Hendri Mulya Sjam menjadi Chief Sales and Distribution Officer di Indosat Ooredoo. Pria yang akrab disapa HMS ini kabarnya menjadi salah satu suksesnya turn around Indosat di kuartal keempat 2018 dan pertama 2019 dengan membenahi skema penjualan kartu perdana operator itu. (Baca: Petinggi Telkomsel)

Waleed Mohamed Ebrahim Alsayed pun dalam pengumumannya mengakui keberhasilan CK yang dalam waktu singkat mampu mengangkat kinerja Indosat.

Angkasa Pura 2
Pertanyaanya, jika CK berprestasi, lantas kenapa tidak dibiarkan ambisinya dipenuhi yakni membawa operator itu kembali menjadi runner-up di klasemen seluler nasional? Sebuah pertanyaan yang belum terjawab.(dn)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
atta 300 x 250.gif
More Stories
telkom sigma