Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Kolom Opini

Memahami aturan main standar komunitas di Facebook

12:03:00 | 19 Feb 2019
Memahami aturan main standar komunitas di Facebook
telkomtelstra januari - maret
Jutaan orang Indonesia menggunakan Facebook setiap hari untuk terhubung dengan teman dan keluarga, serta berbincang tentang topik atau isu yang penting bagi mereka. 

Tetapi, ada juga orang yang menggunakan platform kami untuk menyebarkan kebencian dan misinformasi, memicu ketegangan, dan memicu kekerasan. 

Kami sangat prihatin terhadap penyalahgunaan seperti ini di platform kami, dan ingin melakukan semua yang dapat kami lakukan untuk mengidentifikasi, menghapus, dan mencegah hal tersebut. 

Menghentikan penyalahgunaan ini - di Indonesia dan seluruh dunia - adalah hal terpenting yang kami lakukan di Facebook saat ini. Ini adalah fokus utama bagi kami untuk melindungi integritas pemilu di Indonesia.

Kunci utama kami untuk mencegah penyalahgunaan di Facebook adalah melalui Standar Komunitas, kebijakan yang mengatur apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dibagikan di Facebook. Kebijakan ini didesain untuk menciptakan lingkungan yang membuat orang dapat mengekspresikan diri secara bebas, sekaligus merasa aman dalam menggunakan platform kami. 

Kami memahami adanya pemikiran bahwa Standar Komunitas Facebook diterapkan secara tidak adil, dengan asumsi bahwa Facebook menargetkan kelompok tertentu saja.

Hal ini tidak benar, dan penting bagi kami untuk memahami hal ini, serta memberikan penjelasan yang tepat tentang prinsip yang mendasari pengembangan dan penegakkan Standar Komunitas. Keamanan, Opini, dan Kesetaraan

Baru-baru ini kami menerbitkan versi Standar Komunitas (https://www.facebook.com/communitystandards/) yang lebih detail, untuk membantu orang memahami lebih baik tentang konten apa yang boleh dan tidak boleh dibagikan di platform kami, dan bagaimana kami memberi batasan antara isu yang kompleks dan sederhana. Kebijakan ini dapat diakses oleh siapa saja, dan tersedia dalam lebih dari 30 bahasa, termasuk Indonesia.

Standar Komunitas Facebook telah dikembangkan selama bertahun-tahun dengan tiga prinsip utama: 1. Keamanan, Opini, dan Kesetaraan.
Keamanan komunitas di dalam platform kami adalah prioritas utama kami. Kami ingin orang dapat membangun hubungan yang bermakna dan mengekpresikan diri seutuhnya, dan mereka hanya dapat melakukan hal tersebut ketika mereka merasa aman. 

Kami juga ingin memberikan kesempatan beropini kepada orang di seluruh dunia sehingga mereka dapat mendiskusikan hal-hal yang penting bagi mereka. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kebebasan berekspresi tidak disalahgunakan, dan tidak digunakan untuk merugikan orang lain. Prinsip ketiga, kesetaraan, merujuk pada penegakkan kebijakan yang adil dan setara, yang kami upayakan untuk diimplementasikan secara konsisten kepada 2.2 miliar orang di komunitas global. 

Dengan komunitas besar dan beragam yang terdiri dari banyak bangsa, bahasa, budaya dan kepercayaan, ini bukan hal yang mudah dan kebijakan kami harus cukup luas agar dapat diaplikasikan ke semua orang, dimanapun mereka berada.

2. Penegakkan yang Adil
Prinsip kesetaraan kami berarti kami memperlakukan setiap laporan tentang konten di platform kami secara sama di seluruh dunia. Siapapun atau dari manapun laporan itu berasal; kami meninjau setiap laporan konten sebagai bentuk kepatuhan terhadap Standar Komunitas kami, terlepas hal itu datang dari pemerintah, organisasi sipil, institusi keagamaan, lembaga internasional atau individu. 

Jika konten tersebut melanggar Standar Komunitas kami, maka akan kami hapus, siapapun yang mempostingnya, dan apakah konten itu sudah dilaporkan sekali atau ribuan kali.

Untuk memastikan tim peninjauan konten kami dapat mengimplementasikan kebijakan ini secara konsisten, Standar Komunitas kami dibuat serinci mungkin untuk meminimalisir interpretasi. 

Secara global, tim kami meninjau lebih dari 50 bahasa, termasuk bahasa Indonesia, dan ditempatkan pada lokasi strategis di seluruh dunia, sehingga mereka dapat memberikan respon cepat untuk komunitas kami. Melalui kerjasama dengan semua hub di seluruh dunia, tim kami memiliki akses yang tetap ke seluruh sumber daya, dukungan, dan pelatihan yang mumpuni. Dan pada akhirnya, kami mengaudit ketepatan penilaian konten secara reguler untuk membantu kami memahami di mana dan mengapa kesalahan itu terjadi dan langkah yang harus diambil untuk menyelesaikannya. Itu juga berarti memperbaiki kebijakan kami untuk menangkap konten berbahaya, atau meningkatkan pelatihan dan dukungan untuk mengurangi kesalahan dalam penegakkan kebijakan.

Baru-baru ini kami menambah opsi pengajuan banding di Facebook, yang memungkinkan orang dapat meminta peninjauan kedua atau peninjauan ulang jika konten yang mereka post dihapus karena terkait dengan ketelanjangan, aktivitas seksual, ujaran kebencian, dan kekerasan. 

Kami juga berencana untuk memperluas banding untuk area konten lain, bersamaan dengan kemampuan untuk mengajukan banding terhadap keputusan jika Anda melaporkan konten dan dinyatakan bahwa konten itu tidak melanggar Standar Komunitas kami.

Permintaan dari Pemerintah
Terkadang kami menerima informasi dari pemerintah, termasuk pemerintah Indonesia, ketika mereka melihat sebuah konten yang dinilai melanggar hukum. Kami mengikuti proses yang jelas dan ketat ketika merespon terhadap permintaan ini, dan proses ini tidak memiliki perbedaan, baik di Indonesia maupun di negara lain.

Langkah pertama kami adalah untuk meninjau konten berdasarkan Standar Komunitas dan jika hal tersebut melanggar kebijakan Facebook, kami akan menghapusnya. Namun, jika konten tersebut tidak melanggar kebijakan, kami akan melakukan peninjauan hukum untuk menentukan apakah hal itu bertentangan dengan hukum setempat. K

ami berkomitmen untuk melindungi komunitas kami, baik di Indonesia maupun seluruh dunia, dari intervensi yang tidak perlu, dan kami sepenuhnya mendukung reformasi pengawasan pemerintah (https://www.reformgovernmentsurveillance.com/) yang sejalan dengan norma-norma privasi, kebebasan berekspresi, dan peraturan yang berlaku. 

Sebisa mungkin kami akan menahan permintaan dari pemerintah untuk memastikan bahwa kami taat ketika hal tersebut penting dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Jika kami menemukan bahwa sebuah konten yang jelas ilegal, kami akan memperketat akses ke konten itu di negara-negara tertentu.

3. Transparansi
Kami transparan terhadap seluruh permintaan dari seluruh dunia, dan juga proporsi permintaan yang kami patuhi. Dua kali dalam setahun, kami menerbitkan edisi terkini dari Transparency Report (https://transparency.facebook.com/government-data-requests), yang mencakup seluruh permintaan dari pemerintah untuk data pengguna, pembatasan konten, disrupsi layanan dan penghapusan IP. Setiap permintaan yang kami terima dari pemerintah dipublikasikan melalui laporan ini.

Tahun ini, Transparency Report kami juga memuat laporan pertama Penegakkan Standar Komunitas kami, serta proporsi pelanggaran konten yang kami temukan dan tindakan sebelum hal itu dilaporkan oleh komunitas ke kami. Saat ini, laporan tersebut mencakup data global tentang pelanggaran konten yang berkaitan dengan ujaran kebencian, gambaran kekerasan, propaganda teroris, ketelanjangan, akun palsu dan spam, dan kami terus mengembangkan metodologi pengukuran, sehingga kami dapat melaporkan data tersebut.

Telkom Marketing 2
Kami percaya pada nilai yang dibawa Facebook untuk komunitas dan masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kami selalu berkomitmen kepada komunitas kami; untuk memastikan bahwa mereka memiliki suara, merasa bebas dan aman untuk menjadi diri mereka sendiri di platform ini, dan bahwa mereka memiliki kekuatan untuk membangun komunitas dan menggunakan Facebook dengan cara yang kreatif. 

Kami akan terus berinvestasi pada orang-orang kami, kebijakan, produk, dan program untuk mencegah seluruh penyalahgunaan di platform ini, sehingga kami dapat fokus menciptakan dampak positif untuk jutaan orang yang menggunakan Facebook di Indonesia.(*)

Ditulis oleh Kepala Kebijakan Publik untuk Facebook di Indonesia Ruben Hattari

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma