telkomsel halo

Ini pengurus Asosiasi IoT Indonesia periode 2018-202

09:20:27 | 14 Dec 2018
Ini pengurus Asosiasi IoT Indonesia periode 2018-202
Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia Teguh Prasetya (baju putih) bersama pengurus periode 2018-2021.(ist)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) - Musyawarah Nasional (Munas) I Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) pada Kamis (13/12), menghasilkan susunan pengurus periode 2018-2021.

Asosiasi yang terdiri atas 45 perusahaan dan 55 anggota perseorangan itu mendapuk Founder IoT Forum Teguh Prasetya sebagai Ketua umum.

Teguh didampingi oleh Wakil Ketua Umum: Andri Yadi (DycodeX) dan Sekjen: Fita Indah Maulani (Alita).

Pengurus lainnya adalah Bendahara: Doni Ismanto Darwin (IndoTelko), Bidang Pengembangan startup dan UKM: Riza Alaudi (Bukalapak), Bidang Platform dan Aplikasi Firdaus (PINS), Bidang Konektifitas, Indra Mardiatna (Telkomsel), Bidang Perangkat dan Sensor : Guruh (Elnusa), Bidang Kerjasama Bisnis: Joegianto (Polytron), Bidang Sertifikasi dan Infrastruktur: Nia Kurnianingsih (Tower Bersama), Bidang Pendidikan dan Komunitas: Boy Wicaksono (XL), Bidang Kebijakan: Hendra Sumiarsa (Indosat), dan Bidang Promosi: Didi Setiadi (Prasimax).

"ASIOTI akan menjadi mitra bagi semua pemangku kepentingan di bisnis Internet of Things (IoT). Salah satu yang kita dorong adalah segera keluar regulasi untuk standarisasi di IoT tahun ini," kata Teguh dalam pidatonya usai terpilih.

Menkominfo Rudiantara yang membuka Munas I mengharapkan inovasi IoT di Indonesia bisa berjalan lancar pemanfaatannya untuk sektor-sektor yang membutuhkan.

Paket Semangat Kemerdekaan
Menurutnya, pengembangan ekosistem IoT membutuhkan pemikiran dan tindakan 'ahead the curve'. "IoT sesuatu yang tidak bisa tidak kita hadapi. Kita harus ahead of the curve, jangan dibiarkan semuanya masuk tapi kita ngga lakukan apa-apa. Pola pikir kita harus dibalik, think out of the box ngga cukup, harus think no box," jelasnya.

Ditekannnya, pengembangan ekosistem menjadi perhatian pemerintah guna memfasilitasi pertumbuhan industri IoT. “Kominfo harus jadi fasilitator, dengerin apa kebijakan yang dibutuhkan. Caranya memfasilitasi dengan pengembangan ekosistem karena tanpa ekosistem yang kuat tidak akan bisa. Masing-masing juga tergantung model bisnisnya. Tapi saya mau tetap harus ada kompetisi. Ada opsi, biar terpacu untuk lebih efisien,” tegasnya.

Selain itu, kolaborasi menjadi salah satu faktor yang dibutuhkan dalam pengembangan IoT. “Bukan cuma ekosistem IoT saja, tapi bagaimana berkolaborasi dengan bisnis proses lainnya. Tolong kembangkan ekosistem ini semua, kalau butuh fasilitasi dari Kominfo, kasih tau. Manfaatkan ini semua, manfaatkan Kominfo. Semoga pemanfaatan IoT kita bisa berjalan cepat,” paparnya.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year