telkomsel halo

Potensi eCommerce di daerah menjanjikan

09:06:30 | 17 Nov 2016
Potensi eCommerce di daerah menjanjikan
Sukan Makmuri(dok)
JAKARTA (IndoTelko) - Potensi eCommerce di daerah untuk masa mendatang diprediksi menjanjikan.

“Sebagai negara ke empat dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, Indonesia masih memiliki potensi untuk berkembang, terutama dalam bidang eCommerce. Seiring perkembangan kelompok kelas menengah di Indonesia, potensi bisnis di dunia daring (online) ini masih terbuka lebar," kata CTO KUDO Sukan Makmuri, kemarin.

Diungkapkannya,  KUDO melihat peluang masyarakat Indonesia di kota-kota lapis kedua, ketiga dan keempat juga memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan pembelian secara online.

"Mungkin saja mereka tidak percaya dengan belanja online, metode pembayaran yang dirasa sulit dan akses internet. Hal inilah yang membuat KUDO memenuhi kebutuhan para masyarakat tersebut dengan adanya agen KUDO. Pelanggan tersebut dapat membayar secara tunai kepada agen KUDO yang merupakan rekan atau saudara yang dipercayanya, kemudian agen KUDO membeli di aplikasi KUDO dan barang langsung dikirim ke pelanggan. Agen KUDO juga menerima komisi dari setiap penjualan produknya, nah disini kedua belah pihak (agen dan pelanggan) sama-sama diuntungkan.” ungkap Sukan.

Ditegaskannya, KUDO terus berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat Indonesia untuk menjadi wirausaha digital dan memiliki sejuta agen KUDO di 2018 mendatang.

KUDO (Kios Untuk Dagang Online) merupakan pelopor platform online to offline (O2O) yang menghubungkan merchant online dengan para pelanggan offline melalui jaringan agen di Indonesia.

Melalui agen KUDO, pelanggan yang memiliki keterbatasan akses internet, rekening bank, dan kartu kredit, bisa merasakan pengalaman berbelanja online dengan melakukan pembayaran secara tunai.

KUDO bekerjasama dengan beberapa toko online ternama seperti Bukalapak, Lazada, Elevenia dan Berrybenka, serta memberikan kemudahan kepada para pelanggan untuk membeli pulsa telepon, membayar BPJS, membeli tiket pesawat dan kereta api, membeli token listrik dan layanan lainnya secara tunai melalui agen KUDO.

GCG BUMN
Pada kesempatan sama CEO Mandiri Capital Indonesia Eddi Dausaputro mengatakan saat ini beberapa institusi pemerintah sedang menyusun kebijakan atau regulasi yang mengatur mengenai dunia perusahaan rintisan (start up) dan tentunya hal ini juga berkaitan dengan perusahaan venture capital yang beroperasi di Indonesia. "Diharapkan regulasi ini selesai di tahun depan sehingga regulasi yang jelas akan memberikan iklim usaha yang baik pula terutama bagi para pemain start up di Indonesia,” katanya.(wn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Ramadan 2026
More Stories