JAKARTA (IndoTelko) – Orori, eCommerce yang bermain di produk perhiasan, mendapat investasi 7 digit dalam dollar AS dan menargetkan 80.000 transaksi setiap tahunnya dalam beberapa tahun ke depan
Orori adalah eCommerce perhiasan dan berlian pertama di Indonesia yang mendapatkan investasi series A dari Indonusa Dwitama (salah satu pendiri marketplace C2C terbesar di Indonesia), East Ventures, 500 Startups, IMJ Investment Partners, dan investor lain yang dirahasiakan, turut mendukung dalam investasi ini dan perjalanan ORORI ke depan.
CEO ORORI, George Budi Sumantri mengatakan dana investasi yang didapatkan akan digunakan untuk marketing dan meningkatkan pertumbuhan perusahaan selanjutnya.
ORORI sendiri dapat dikatakan sebagai pelopor penjualan perhiasan secara online semenjak tahun 2004. Hingga 3 tahun ke depan, George memiliki visi untuk membangun ORORI menjadi marketplace yang menjual perhiasan retail dengan reputasi terbaik di Indonesia.
Dalam rilisnnya, George sudah mencanangkan langkah-langkah yang akan diambil, seperti membuat situs multi negara dan multi bahasa, meningkatkan target sebesar 80.000 transaksi per tahun dengan Gross Merchandise Volume (GMV) tahunan sekitar US$25 juta.
ORORI telah menggabungkan brand ORORI sendiri dengan brand partner yang dijual di marketplace untuk menyediakan pilihan jenis produk untuk konsumen yang lebih variatif.
Para investor juga sudah yakin dengan kemampuan George untuk membawa ORORI semakin berkembang di kemudian hari. Sebentar lagi, ORORI tidak hanya menjual produk ke konsumen (B2C), namun akan segera berevolusi menjadi model C2B (Consumer-to-Business), dan C2C (Consumer-to-Consumer) demi memenuhi segala kebutuhan para konsumen.
“Visi terbesar kami adalah untuk bisa menyediakan para konsumen tersebut dengan pengalaman mulus untuk ekosistemnya secara menyeluruh.” Ujarnya di Jakarta, Jumat (2/9).
Soal kompetitor, George mengungkapkan bahwa saat ini ORORI belum memiliki kompetitor yang dapat disandingkan di Asia Tenggara. “Namun, jika diperhatikan lebih lanjut, kami melihat model bisnis serupa di India, yaitu Bluestone dan Caratlane” ujar George.
George cukup memiliki reputasi sebagai pebisnis perhiasan secara offline yang sukses pada tahun 2003. Setahun kemudian, ia memutuskan untuk menutup tokonya dan mulai menjual perhiasan dan berliannya secara online.
Strategi tersebut dinilai cukup nekat, karena keuntungan yang diraup ORORI 80% berasal dari bisnis offline. Namun, setelah 12 tahun berdiri, George (dan ORORI) berhasil membuktikan bahwa pemikirannya yang maju dan inovatif mampu merevolusi bisnis yang tradisional. George berpendapat, dua kontributor utama terhadap keberhasilan ini adalah desain perhiasan ORORI yang menarik untuk dipandang, serta pelayanan konsumen yang kuat.
“Pangsa pasar di Indonesia sendiri adalah sekitar US$ 8 miliar. eCommerce untuk perhiasan dan emas masih dalam tahap awal di Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya indikasi potensi yang besar untuk pertumbuhan dengan unit ekonomi secara berkelanjutan” ujar salah satu perwakilan investor.(ak)