telkomsel halo

Inamall banjir peminat di Tiongkok

13:09:35 | 11 Jul 2016
Inamall banjir peminat di Tiongkok
Ilustrasi (dok)
JAKARTA (IndoTelko)  - Platform eCommerce Inamall milik Indonesia yang ada di anak usaha Grup Alibaba, Tmall Global, banjir dikunjungi online shopper asal Tiongkok.

"Sejak  soft launch tahun lalu, Inamall sudah dikunjungi sekitar 400 juta orang," ungkap Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia Soegeng Rahardjo, beberapa waktu  lalu.

Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat di Tiongkok terhadap produk berkualitas Indonesia. Terlebih, masyarakat Tiongkok cenderung kurang percaya kepada produk makanan dan minuman dalam negeri, karena masalah keamanan pangan. (Baca juga: Indonesia dan Alibaba)

Dijelaskannya, perubahan gaya hidup ke sasaran masyarakat Tiongkok tentang keamanan pangan, tentang produk yang berkualitas, dengan tingkat daya beli yang besar, merupakan peluang bagi Indonesia untuk menembus atau mempenetrasi pasar Tiongkok yang besar, dengan produk-produk berkualitas.

"Tantangannya adalah bagaimana kita dapat menjaga kualitas produk, kesinambungan produksi, kapasitas, keunikan atau kekhasan sebagai produk Indonesia, sehingga makin banyak orang tertarik, mengenal dan membeli produk Indonesia secara konsisten," ujarnya.

Saat ini produk Indonesia yang dipasarkan melalui Inamall adalah sarang burung walet, kopi luwak, keripik singkong Kusuka, mi instan, aroma terapi safe care, dan produk minuman Inaco.

Sementara Wakil Presiden Grup Alibaba Brian Wong mengatakan Indonesia merupakan pasar potensial bagi eCommerce. "Kami akan terus berupaya meningkatkan kerja sama dan layanan di masa datang, mengingat potensinya sangat besar," katanya.

Marie Elka Pangestu yang merupakan perintis kerja sama tersebut mengemukakan, eCommerce merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil menengah untuk berkembang dan mengembangkan bisnis menjadi skala global.

"Saya merintis kerja sama ini sejak satu atau dua tahun silam setelah tidak duduk di pemerintahan. Saya ingin ada bendera Indonesia di platform eCommerce. Saya terinsipirasi adanya platform 'Thai Pavilion' di Alibaba," ujarnya.

Sekadar informasi, dominasi Alibaba di bisnis eCommerce di Tiongkok sangat terasa. Pengguna Alibaba kini mencapai 300 juta konsumen. Lebih dari separuh paket yang dikirimkan di Tiongkok dari transaksi yang berhubungan dengan Alibaba.

Pangsa pasar Alibaba mencapai 85%, di kuartal II tahun 2015, omzet Alibaba meningkat 32% dari tahun sebelumnya mencapai US$ 3,49 miliar, lebih tinggi dari US$ 3,44 miliar perkiraan semula. Peningkatan ini dipengaruhi oleh suksesnya divisi mobile.

Alibaba kini juga telah merambah ke bidang-bidang di luar eCommerce, sebagaimana Google kini lebih dari sekadar mesin pencari atawa search engine . Dalam Alibaba Group, perusahaan-perusahaan subsidiari termasuk: Alibaba.com, AutoNavi, Taobao, Tmall, Juhuasuan, eTao, Alipay, Alibaba Cloud Computing, AliExpress, AliTrip, China Yahoo!, Aliwangwang.

GCG BUMN
Ada juga Laiwang, Alibaba Pictures, Youku Tudou (private equity), 11 Main, Alibaba Group R&D institute, Xia Mi, Global Biz Circle, dan 365fanyi.com. Alibaba juga merencanakan untuk berinvestasi di peritel elektronik Suning Commerce Group sebesar US$ 4,5 miliar.(ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Ramadan 2026
More Stories