telkomsel halo

Sektor ini Keciprat Pertumbuhan eCommerce

08:47:10 | 27 Apr 2016
Sektor ini Keciprat Pertumbuhan eCommerce
Ilustrasi (dok)
JAKARTA (IndoTelko) – Tingginya pertumbuhan eCommerce suatu negara akan berdampak ke beberapa sektor pendukungnya.

Setidaknya itu terjadi di Singapura dimana belanja online telah mencapai US$ 2,4 miliar atau sekitar 8% dari belanja ritel. (Baca juga: Indonesia dan Singapura di eCommerce)

Menurut Analis dari Jefferies Arya Sen dalam kajiannya, sektor-sektor yang keciprat pertumbuhan eCommerce di Singapura adalah bisnis data center seperti yang dijalankan Keppel DC Reit dimana permintaan menjadi tinggi.

Bisnis lainnya yang bergairah dengan adanya eCommerce adalah logistik dan pergudangan. Berikutnya, operator telekomunikasi karena kenaikan trafik data. Sementara sektor yang terkena dampak naiknya pamor eCommerce di Singapura adalah peritel tradisional.

Singapura sendiri ruang pertumbuhan eCommerce masih tinggi jika melihat Amerika Serikat dan Eropa yang bisa mencapai 15% dari total transaksi ritel.Nilai bisnis ritel di SIngapura pada 2015 diprediksi US$ 30 miliar dan 2020 mencapai US$ 33 miliar. Pada 2015 diperkirakan pasar e-tailing mencapai 2,4% atau 8% dari total ritel dan 2020 sekitar US$ 6,6 miliar atau 20% dari total nilai ritel.

Di Indonesia, eCommerce juga tengah bertumbuh dimana nilai e-tailing pada 2015 US$ 3 miliar atau berkontribusi 0,8% dari total ritel US$ 320 miliar. Di 2020 diperkirakan e-tailing di Indonesia US$ 12,8 miliar atau berkontribusi 3% terhadap nilai bisnis ritel US$ 12,8 miliar. (Baca juga: eCommerce pukul peritel)

GCG BUMN
Dampak kehadiran eCommerce juga mulai dirasakan oleh peritel tradisional di Indonesia, khususnya bagi pemain di barang-barang elektronik.(ak) 

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Ramadan 2026
More Stories