JAKARTA (IndoTelko) – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan ada satu investor asal Korea Selatan (Korsel) berminat berbisnis eCommerce di Indonesia dengan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) senilai US$ 10 juta bersama mitra lokal.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menjelaskan untuk merealisasikan niatnya, pemain asal Korea Selatan ini masih menunggu Peraturan Presiden yang mengesahkan revisi Daftar Negatif Investasi (DNI).
"Ini merupakan lanjutan dari diskusi pada saat kunjungan kami di Seoul," ujarnya kemarin.
Diungkapkannya, investor tersebut telah menyampaikan keinginannya untuk segera mendirikan perusahaan melalui layanan izin 3 jam dengan mengunjungi BKPMi. Pemain ini memiliki minat di beberapa bidang usaha webportal (e-coupon), eCommerce, dan perdagangan besar.
Sekadar informasi, Korsel merupakan salah satu negara yang aktif berinvestasi di Indonesia. Realisasi investasi Korea Selatan selama tahun 2015 tercatat mencapai Rp 15,1 triliun terdiri dari 2.329 proyek. (
Baca juga:
Qoo10 di Indonesia)
Sedangkan sejak 2010-2015, investasi yang telah direalisasikan mencapai angka Rp 79,6 triliun. Sementara dari sisi komitmen investasi dari Korea Selatan, BKPM mencatat sebesar US$ 4,8 miliar dengan pertumbuhan 86% dibandingkan tahun lalu. (
Baca juga:
Elevenia di Indonesia)
Pemain eCommerce asal Korea Selatan yang sudah masuk Indonesia diantaranya SK Planet yang bekerjasama dengan XL Axiata untuk membentuk elevenia dan Qoo10.(ak)