JAKARTA (IndoTelko) – Riset yang dilakukan Accenture terhadap perusahaan consumer packaged goods (CPG) di tiga negara yakni Singapura, Indonesia, dan Tiongkok, menunjukkan baru 5% pemain di segmen ini yang siap masuk ke pasar eCommerce.
Padahal, pangsa pasar eCommerce di Asia Pasifik terus menunjukkan pertumbuhan yang diperkirakan mencapai US$340 miliar pada 2020. Pasar ritel Asia Pasifik bakal melompat menjadi US$10 triliun pada 2018 dimana dari nilai tersebut, seperempatnya berasal dari industri eCommerce.
“Jika CPG tidak segera melakukan penetrasi ke arah digital maka mereka akan kehilangan konsumen yang tergolong generasi digital,” kata Senior Managing Director, Product, Asia Pasifik Accenture Fabio Vacirca, belum lama ini.
Menurutnya, pasar ritel Asia menjanjikan dimana 85% pertumbuhan jumlah kelas menengah secara global berasal dari Asia. Tak hanya itu, dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, kontribusi industri CPG di Asia bakal mencapai US$1,25 triliun.
Ditambah dengan migrasi pengguna dari jaringan 3G dan 4G, maraknya penggunaan sistem pembayaran digital, serta meningkatnya jumlah pengguna telepon pintar.
“Tinggal bagaimana mereka bisa memanfaatkan peluang ini. Pengembangan infrastruktur di beberapa negara, seperti Indonesia, memang masih tertinggal dibandingkan Tiongkok, dan Singapura. Tetapi, saya yakin, Indonesia akan cepat mengejar,” ujar Managing Director Accenture Digital Mohammed Sirajuddeen.
Sejumlah negara sudah mengembangkan industri ritel berbasis digital misalkan Alibaba.com (China), Redmart (Singapura), Lazada (Asia Tenggara), TaoBao (Tiongkok), JD.com (China), dan Flipkart (India).
Diungkapkannya, sejumlah CPG mulai berencana untuk masuk dalam industri eCommerce. “Ada beberapa klien kami, misalnya perhotelan yang mencoba mengembangkan sebuah mesin yang mampu mengenali permintaan pengunjung melalui sensor suara,” tambahnya.
Dijelaskannya, pengembangan industri eCommerce harus didukung dengan sistem logistik, dan sistem pembayaran digital yang memadai. “Industri ini saling melengkapi satu sama lain atau yang sering disebut dengan omni channel ,” pungkasnya.(wn)