telkomsel halo

MNC Group Bisnis eCommerce melalui BrandOutlet

09:37:52 | 15 Feb 2016
MNC Group Bisnis eCommerce melalui BrandOutlet
Tampilan situs BrandOutlet (dok)
JAKARTA (IndoTelko) – MNC Group tengah mencoba peruntungan masuk ke pasar eCommerce dengan melansir portal BrandOutlet yang bermain di produk fesyen untuk segmen premium.

Brand Outlet menyediakan produk fesyen berkualitas dari merek Damn I Love Indonesia, Hunted Inc, Day and Night, Nikicio, Billy Tjong, Patrick Owen, Ingrid Husodo, Michelle Wort hingga Ted Baker, Brian Atwood, dan Oscar de La Renta. Selain produk fashion, eCommerce ini juga menawarkan produk kecantikan.

Chief Commercial Officer Brand Outlet Valencia Tanoesoedibjo mengungkapkan sejumlah desainer papan atas sudah bergabung ke portalnya diantaranya Tex Saverio, Patrick Owen, dan Albert Yanuar.

Chief Marketing Officer Brand Outlet Gavin Fransisco Bunyanto menambahkan   Brand Outlet juga bekerja sama dengan vendor lokal dan internasional. Nantinya produk para vendor ini bakal diiklankan di setiap televisi milik MNC Media.

BrandOutlet telah beredar di dunia maya sejak Desember 2015, dan juga tersedia di toko aplikasi Android, serta iOS pada April mendatang.

Masuknya MNC Group ke eCommerce melengkapi sejumlah emiten yang tercatat di bursa saham bermain di segmen ini baik melalui kepemilikan langsung atau tidak langsung. (Baca juga: Paraplou tutup layanan)

Tercatat, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melalui bukalapak.com, PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) mendirikan PT Trikomsel Internet Media, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melalui travellio.com, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) dengan axiqoe.com.

Selanjutnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melalui penyertaan modal dalam MyRepublic, Mora Quatro dan Excite, PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan elevenia.com, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan blanja.com, dan PT Matahari Departement Store Tbk (MPPA) melalui mataharimall.com. Pada 18 Februari 2016, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) kabarnya akan merilis MAP eMall.
 
Merugi
Sementara itu, Analis dari First Asia Capital David Nathanael Sutyanto mengungkapkan bisnis eCommerce maish banyak yang merugi di Indonesia. “Bisnis ini tidak seksi dan potential loss-nya besar,” katanya.

Menurutnya, banyak emiten masuk ke eCommerce karena merasa ada potensi pasar. “Sekarang ini tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia memang bisnis yang berhubungan dengan teknologi terkait dengan startup menjadi pilihan, tapi bukan berarti tidak memiliki risiko yang besar juga,” ulasnya.

Sedangkan Direktur  Sarana Investa Mandiri, Hans Kwee mengatakan sedang terjadi perubahan sehingga orang banyak yang beralih ke bisnis internet. “Adopsi smartphone tinggi. Ini pasar yang besar untuk menarik customer,” ungkapnya.

GCG BUMN
Diingatkannya, emiten harus hari-hati dalam berbisnis memanfaatkan platform internet karena banyak yang bertumbangan. “Yahoo saja goyang. Sejauh ini baru facebook  dan Google baru bertahan.Di bisnis teknologi itu yang pertama muncul yang akan bertahan, sementara yang berikutnya mengikuti akan mati. Itu sebabnya Waren Buffet pun tidak tertarik pada bisnis teknologi,” katanya.(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Ramadan 2026
More Stories