Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Kisah Pelapak Sukses di Bukalapak.com

13:37:15 | 15 Mar 2015
Kisah Pelapak Sukses di Bukalapak.com
Sigit Nurdyansyah (dok)
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Tren memanfaatkan eCommerce untuk berusaha di Indonesia terus meningkat.

Ada yang sukses, banyak juga yang gagal. Salah satu yang sukses adalah pelapak (istilah penjual di portal Bukalapak.com), Sigit Nurdyansyah.

Pria ini  mulai fokus berjualan online di Bukalapak.com dari keinginan memenuhi kebutuhan biaya untuk pengobatan anaknya, yang baru lahir dan sedang sakit sehingga harus sering keluar-masuk rumah sakit.

Selain waktu kerjanya banyak tersita, perputaran uang di rumah juga sangat terganggu karena pengeluaran biaya untuk pengobatan yang cukup besar.

Ini menjadi dorongan besar yang membuat dirinya fokus dan totalitas membesarkan bisnisnya secara online di Bukalapak.com, selain peluang bisnisnya yang prospektif. Karena itu, ia lantas berdiskusi dengan sang istri untuk fokus membesarkan bisnis onlinenya tersebut.

“Alhamdulillah, istri mendukung. Bismillah, saya lantas mulai fokus membesarkan bisnis online melalui bukalapak,” ujar Nurdyansyah.

Totalitas dalam membesarkan bisnisnya di Bukalapak  sejak Februari 2012, menempatkan Nurdyansyah kini sebagai top seller di bukalapak.com. Hingga awal Maret 2015, ia telah membukukan 5.284 transaksi di bukalapak.com. “Alhamdulillah, omzet saya sekarang sekitar Rp 200 juta per bulan dengan rata-rata 30 transaksi per hari,” ujarnya.

Pria berusia 30-an tahun ini mengakui memperoleh semua itu tidak secara instan. Di awal tahun 2010 saat pertama kali dirinya mengenal transaksi jual-beli secara online. Waktu itu, ia mencoba membeli sepeda secara online. Namun, bukannya barang diperoleh secara utuh, uang yang telah ditransfernya pun raib entah kemana.

Untungnya, ia memiliki teman di sebuah bank, sehingga transaksi tersebut dibatalkan dan ia mendapatkan kembali uangnya.
“Saya jadi berpikir, apakah benar jual-beli online ini selalu diikuti praktek penipuannya. Ini yang membuat saya ingin memasuki bisnis online,” ujarnya.

Setelah menjajaki beberapa market place online yang ada, akhirnya pilihan jatuh ke bukalapak.com.
 
Nurdyansyah yang memiliki account @dyansyah ini mengaku sangat enjoy bertransaksi di bukalapak.com karena dijamin keamanannya.

Pembeli melakukan pembayaran terlebih dahulu ke Bukalapak.com dan baru dibayarkan kepada pelapak jika item yang dijual sudah diterima oleh pembeli. Sehingga pembeli terhindar dari transaksi jual-beli palsu.

Di bukalapak.com, Dyansyah menjual aksesori gadget kelas premium. Mulai dari antigores, baterai, casing, dan lain-lain.
Total saat ini telah mencapai 3000-an item. Alumni IPB ini beralasan bahwa produk-produk berkualitas premium cukup stabil karena defect produknya kecil. Sehingga kemungkinan retur kecil dan berujung pada kepuasan konsumen.

Alasan lainnya, kata Dyansyah, orang-orang yang tinggal di daerah-daerah masih cukup sulit mencari produk-produk aksesori gadget kualitas premium di samping tren yang sekarang berkembang.

Apalagi, kondisi masyarakat saat ini yang cenderung enggan keluar rumah hanya sekedar mencari aksesoris atau apa yang mereka butuhkan di samping kondisi jalan yang semakin crowded dan macet.

“Simple-nya, dia tinggal lihat barang, cocok, bayar, lalu barang itu akan dikirim. Nah, itulah mengapa kita harus go online,” ujarnya.

Selama ini, Dyansyah mengaku tidak khawatir dengan banyaknya pelapak yang menjual produk serupa. Baginya, harga murah bukan faktor utama produk dibeli. Ia telah menyiapkan strategi khusus, yakni produk yang lengkap dan berusaha menyediakan aksesori gadget sebelum gadget itu diluncurkan.

Satu strategi lagi yang menjadi andalannya adalah pelayanan dan layanan purna jual yang cukup berperan besar dalam meningkatkan penjualan. “Jualan aksesori gadget itu harus update perkembangan gadget. Komunikasi aktif dengan buyer maupun calon buyer menjadi sangat penting,” ujarnya.

Berkat usaha kerja yang disertai doa dan tawakal, secara perlahan Dyansyah mampu mendongkrak nilai transaksi penjualannya hingga mencapai top performance seller pada awal 2014. Karena itu, sejak Juli 2014, ia memutuskan untuk resign dari PT Indofood Sukses Makmur setelah lima tahun menjadi karyawan dengan posisi terakhir sebagai Kepala Seksi dengan gaji yang lumayan besar.

Meski demikian, dengan rendah hati Dyansyah mengaku posisinya saat ini masih berada di level pilot plant. Setelah selama tiga tahun dia melakukan riset, mengembangkan pasar dan positioning buat produknya agar semua orang langsung mengingat namanya begitu ingin membeli aksesoris gadget.

Untuk tahun 2015, pria asal Ngawi ini tengah mempersiapkan gudang sekaligus ruang kerjanya di lantai 2 rumahnya yang berada di perumahan Kristal Garden, Cibinong, Bogor.

“Gudang ini untuk menampung stok yang nilainya sudah mencapai miliaran rupiah. Produk yang saya stok semuanya memiliki kualitas original. Tidak menutup kemungkinan, saya juga akan buka gerai aksesoris gadget. Tapi, belum tahu kapan realisasinya,” ujarnya.

Terkait dengan sukses yang telah diraihnya ini, Dyansyah selalu mengedepankan moto bahwa “hari ini harus lebih baik dari kemarin”.

Jadi, targetnya terus tumbuh, tumbuh, dan tumbuh. Slogan ini harus dibarengi dengan sikap jujur dan dapat dipercaya (trust) agar bisa sukses menjadi salah satu top seller di bukalapak.com.

Alasannya, penjual dan pembeli dalam bisnis online jarang bertatap muka. Jadi kiat untuk memperbesar pasar adalah dengan meningkatkan kepercayaan pembeli.

Kini, Dyansyah bisa menikmati hidupnya sambil membesarkan bisnis eCommercenya. Ia juga bisa membantu sang istri untuk menjaga dan membesarkan anak-anaknya tanpa harus menyita waktu kerjanya.

“Apa pun usahanya, harus DUIT tetap nomor satu. Duit itu adalah Doa, Usaha/Ikhtiar, dan Tawakkal. Jangan sampai meninggalkan ketiga hal tersebut,” tandasnya.

Telkom Marketing 2
Founder sekaligus CEO Bukalapak.com, Achmad Zaky mengaku salut dan sangat mengapresiasi kerja keras Nurdyansyah membangun bisnis onlinenya di Bukalapak.com.

Nurdyansyah adalah salah satu contoh pelapak yang dengan kerja kerasnya mampu membangun bisnisnya mulai dari nol sampai kini bisa beromset sekitar Rp 200 juta per bulan sehingga bisa menjadi role model bagi mereka yang ingin mengembangkan bisnis online.

Angkasa Pura 2
“Bukalapak.com mempunyai komitmen untuk menaikkan kelas UKM di Indonesia dengan memberi wadah kepada UKM untuk berjualan. Bukalapak.com. tumbuh dan berkembang bersama UKM seperti Nurdyansyah dan pelapak-pelapak lainnya,” pungkas Zaky.(ak)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
Editorial
Jarimu harimaumu