Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

BlackBerry Selidiki Pemicu Gangguan Jaringan

10:41:33 | 25 Jul 2013
BlackBerry Selidiki Pemicu Gangguan Jaringan
Kusuma Lienandjaja (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – BlackBerry tengah menyelidiki pemicu gangguan jaringan yang dialami oleh jaringannya untuk area Asia Pasifik yang juga terasa di Indonesia pada Selasa (23/7) malam.

“Saat ini sedang dicari root cause analysis-nya. Mungkin perlu 2-3 hari untuk mendapatkan laporan," ungkap  Director Government Relations BlackBerry Indonesia Kusuma Lienandjaja melalui pesan singkatnya kemarin.

Diungkapkannya, BlackBerry Indonesia langsung menginformasikan ke Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terkait adanya gangguan yang dialami pada Selasa (23/7) malam.

"Kita langsung informasikan ada masalah ke Pak Gatot (Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto). Soal pemicunya belum jelas, tetapi langsung informasikan begitu ada masalah,” katanya.

Seperti diketahui, gangguan layanan BlackBerry dimulai Selasa (23/7) malam dimana pelanggan di Asia Pasifik tak bisa mengakses layanan secara sempurna. Baru dini hari layanan berangsur normal, sementara untuk Avatar di BlackBerry Messenger belum sempurna ditampilkan. Pada Rabu (24/7) pagi layanan BlackBerry sudah berangsur normal kembali.

Total jaringan BlackBerry bermasalah selama 12 jam. Ini menjadikan sepanjang satu tahun jaringan BlackBerry telah bermasalah sebanyak enam kali di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Kejadian ini merupakan waktu terlama untuk terganggunya layanan publik secara massif.

Secara terpisah, Gatot mengakui  ketika informasi di terima, dirinya memerintahkan BlackBerry untuk mengumumkan secara resmi ke pelanggan melalui media.
“Sekitar jam 23.10 diinformsikan dan saya sampaikan perintah untuk sesegera mungkin umumkan ke publik lewat media, untuk menjelaskan permasalahannya," jelasnya.

Menurutnya, jika layanan BlackBerry terus memburuk, maka publik bisa saja mengambil langkah legal action karena tidak puas.

“Itu diperbolehkan di UU Perlindungan Konsumen, mengingat kami dianggap kurang banyak berbuat atas dasar status entitasnya yang belum jelas dari aspek UU Telekomunikasi," katanya.

Gatot meminta, para operator telekomunikasi yang menjadi mitra langsung dari BlackBerry untuk berani lebih bersikap tegas terhadap perusahaan asal Kanada itu sebagai pemegang kontrak kerjasama secara langsung.“Ini bukan pemerintah lepas tangan, tetapi justru wujud konsistensi regulator kapan harus bertindak langsung atau tidak,” pungkasnya.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year