Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

BlackBerry Kini Lebih Bercita rasa Indonesia

15:09:28 | 20 Jul 2013
BlackBerry Kini Lebih Bercita rasa Indonesia
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – BlackBerry sepertinya telah belajar banyak cara berbisnis di Indonesia belakangan ini.

Jika selama ini terkesan ada jurang antara BlackBerry dengan pemangku kepentingan di Indonesia, sekarang perusahaan asal Kanada itu lebih mesra berkat diadopsinya citarasa lokal.

Langkah mengadopsi nuansa lokal memang telah dimulai dengan mendirikan PT Research in Motion (RIM) Indonesia pada 2010 dan memperkerjakan orang-orang asli Indonesia untuk duduk di posisi strategis sejak tahun lalu.

"Indonesia adalah pasar yang penting bagi BlackBerry. Kami berkomitmen untuk selalu mengembangkan dan meningkatkan pasar kami di Indonesia. Sekarang ini BlackBerry berbeda, aroma lokal lebih kental," ungkap Managing Director BlackBerry Indonesia, Maspiyono Handoyo dalam acara buka bersama media, kemarin.

Dikatakannya, tak hanya pucuk pimpinan di pegang orang lokal, tetapi beberapa jabatan strategis juga dipercayakan kepada orang lokal seperti ditariknya mantan punggawa Ericsson Indonesia Kusuma Lienandjaja menduduki posisi Director Government Relations Indonesia dan mantan eksekutif Samsung R. Andi K. Utomo untuk menjadi Director Of Distribution.“Kami masih kosong untuk posisi Marketing Director, dan itu juga akan diberikan ke orang Indonesia,” katanya.

Kontribusi PDB
Tak hanya memberikan ruang bagi orang Indonesia, Maspiyono mengungkapkan, BlackBerry juga telah memberikan kontribusi signifikan bagi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia jika merujuk riset McKinsey Mei 2012 yakni sekitar US$ 2 miliar.

“Bagi saya kontribusi terbesar dari BlackBerry itu adalah perangkat dan layanannya. Bayangkan berapa peluang bisnis dibuka dengan adanya BlackBerry dan silahturahmi tak terputus berkat perangkat ini,” jelasnya.

Dikatakannya, BlackBerry terus memberikan perhatian kepada ekonomi kreatif dengan menggelontorkan dana sekitar US$ 5 juta  untuk BlackBerry Innovation Center di ITB Bandung dan memberikan ruang bagi 4 ribu aplikasi yang diterbitkan dari 1.500 pengembang di BlackBerry 10.

Bahkan, lanjutnya, BlackBerry juga  menggunakan perangkat keras buatan asli Indonesia dalam produknya. Komponen tersebut antara lain baterai, motor untuk notifikasi getaran (vibrate), pengubah zona waktu (time zone change), serta headset untuk headphone.

Pabrik komponen ini beradai di Cileungsi dan Batam. Komponen-komponen tersebut kemudian diimpor kembali ke sejumlah pabrik perakitan BlackBerry di mancanegara, mayoritas ke Hungaria dan Meksiko.

Hal yang mengejutkan adalah ternyata dari 120 ribu aplikasi yang tersebar di BlackBerry World, sekitar 85% di antaranya ternyata hasil seleksi dan verifikasi dari tim BlackBerry Indonesia yang berkantor di  Bali."Pusat verifikasi aplikasi ini sudah lama  di Indonesia, tapi baru kami umumkan sekarang,” katanya.

Diungkapkan, saat ini ada sekitar 30 orang karyawan BlackBerry di Bali yang tugasnya untuk menyeleksi aplikasi tersebut. Jumlah SDM ini kemungkinan akan ditambah setengahnya lagi September mendatang.

Perbanyak Komunikasi
Kusuma menambahkan, perseroan akan lebih memperbanyak komunikasi dengan pemangku kepentingan di Indonesia agar tidak terjadi kesalahpahaman ketika muncul gangguan layanan.

“Intinya harus sering berkomunikasi. Kita harus paparkan secara jelas posisi dan layanan perusahaan agar tak terjadi salah persepsi,” katanya.

Berkat komunikasi yang mulai lancar dengan pemerintah ini, lanjutnya, masalah yang tadinya sepertinya menakutkan bisa diatasi. “Wacana sanksi yang mengapung kemarin setelah kita paparkan masalahnya, bisa dimengerti oleh pemerintah. Kita akan lebih intens berkomunikasi dan memberitahu lebih cepat setiap masalah di masa depan ke pemerintah nantinya,” katanya.

Maspiyono mengatakan, penyebab gangguan jaringan  saat itu dikarenakan ada konfigurasi yang salah dan komponen yang gagal saat BlackBerry melakukan upgrade sistem untuk maintenance jaringan. Dalam prosesnya terjadi  salah konfigurasi sehingga sistem  tidak berjalan dengan baik, dan hanya terjadi di Indonesia.   

Sekadar diketahui, BlackBerry sedang menghadapi badai di Indonesia seiring sudah lima kali layanan BlackBerry Internet Service (BIS) tumbang. Saat ini Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tengah mengaji formulasi terbaik untuk sanksi denda bagi BlackBerry jika jaringannya kembali tumbang  

Saat ini BlackBerry  memiliki sekitar 80 juta pelanggan di seluruh dunia, dimana 15 juta di antaranya datang dari Indonesia.

Di Indonesia  BlackBerry bermitra dengan tiga distributor yakni  TAM, Comtech, dan SCM. Saat ini telah dibangun 56 lokasi BlackBerry Expert Center di beberapa kota besar di Indonesia. Sementara operator yang menjadi mitranya diantaranya Telkomsel, Indosat, XL, Tri, Axis, dan Smartfren.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year