DBS Indonesia resmi jadi pengendali DBS Vickers

07:08:00 | 07 Sep 2026
DBS Indonesia resmi jadi pengendali DBS Vickers
JAKARTA (IndoTelko) PT Bank DBS Indonesia resmi menjadi pemegang saham pengendali PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DBSVI) setelah mengambil alih 99% saham perusahaan sekuritas tersebut.

Transaksi jual beli saham ditandai dengan penandatanganan Akta Jual Beli pada 1 September 2026. Sementara 1% saham DBSVI lainnya tetap dimiliki DBS Vickers Securities Holdings Pte Ltd.

Langkah ini sekaligus menandai terbentuknya Konglomerasi Keuangan DBS di Indonesia, yang mencakup Bank DBS Indonesia dan DBS Vickers Sekuritas Indonesia.

Dalam struktur baru tersebut, Bank DBS Indonesia ditetapkan sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional, sedangkan DBSVI menjadi anggota konglomerasi.

Presiden Direktur Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, mengatakan pembentukan konglomerasi menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan pengelolaan risiko secara terintegrasi.

Menurutnya, integrasi Bank DBS Indonesia dengan DBSVI juga membuka peluang untuk memperkuat sinergi antara layanan perbankan dan pasar modal.

“Sinergi antara layanan perbankan dan pasar modal akan semakin memperkuat kemampuan kami dalam menghadirkan solusi finansial yang lebih komprehensif bagi nasabah,” ujarnya.

Pembentukan struktur tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian terhadap POJK Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

Dari sisi bisnis, keberadaan DBSVI dalam konglomerasi diharapkan memperluas kemampuan Grup DBS dalam menawarkan layanan keuangan terintegrasi, mulai dari perbankan, treasury, pasar modal hingga investasi.

Plt. Presiden Direktur DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Andreas Oen, mengatakan dukungan Grup DBS akan membuka ruang bagi perusahaan untuk meningkatkan kapabilitas dan kualitas layanan di pasar modal Indonesia.

“Kolaborasi yang lebih erat dalam ekosistem DBS akan menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Bagi DBS, integrasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem layanan keuangan di Indonesia. Sinergi antara perbankan dan pasar modal diharapkan dapat mendukung kebutuhan pembiayaan korporasi sekaligus memperluas akses terhadap produk investasi.

Pembentukan Konglomerasi Keuangan DBS juga mempertegas strategi grup dalam membangun layanan finansial yang lebih terhubung, sekaligus mendukung arah pendalaman pasar modal dan penguatan integrasi industri jasa keuangan nasional. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait