telkomsel halo

Tanpa andalkan Mobile Legends, exposure RRQ tetap menguat

06:06:00 | 04 Sep 2026
Tanpa andalkan Mobile Legends, exposure RRQ tetap menguat
JAKARTA (IndoTelko) - Ketiadaan RRQ Hoshi di ajang Esports World Cup (EWC) 2026 ternyata tidak menghentikan pertumbuhan eksposur organisasi esports Rex Regum Qeon (RRQ).

Berdasarkan data dan analisis Esports Charts, RRQ mencatat peningkatan Hours Watched sebesar 44 persen secara year-on-year dibandingkan partisipasi mereka pada EWC 2025.

Capaian tersebut menjadi sorotan karena divisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) RRQ Hoshi, yang selama ini menjadi salah satu basis terbesar komunitas RRQ, tidak tampil di turnamen internasional tersebut setelah gagal lolos kualifikasi.

Meski tanpa divisi MLBB, RRQ tetap tampil melalui lima cabang esports, yakni PUBG Mobile, Free Fire, Apex Legends, VALORANT, dan TrackMania.

Pada main event EWC 2026, partisipasi RRQ menghasilkan total 18,44 juta jam tayang, dengan jumlah penonton puncak mencapai 804.934 viewers dan rata-rata penonton sebesar 319.467 viewers.

Co-founder dan CEO Esports Charts, Artyom Odintsov, mengatakan peningkatan total jam tayang menjadi salah satu catatan penting dari perjalanan RRQ tahun ini.

“Hours Watched RRQ di EWC 2026 tumbuh 44 persen dibandingkan EWC 2025, menunjukkan peningkatan signifikan dalam volume tontonan yang dihasilkan organisasi tersebut,” ujarnya.

Namun, angka tersebut perlu dilihat berdasarkan karakteristik masing-masing game. Kontributor terbesar RRQ berasal dari cabang battle royale, terutama PUBG Mobile dengan kontribusi 46,7 persen, disusul Free Fire sebesar 28 persen dan Apex Legends sebesar 24,2 persen.

Sementara itu, VALORANT menyumbang 0,8 persen dan TrackMania sebesar 0,3 persen terhadap total Hours Watched RRQ.

Besarnya kontribusi PUBG Mobile tidak terlepas dari skala turnamen PUBG Mobile World Cup 2026 yang memiliki basis penonton besar. Dalam format battle royale, jumlah penonton dihitung berdasarkan keseluruhan pertandingan dalam satu lobby sehingga tidak sepenuhnya menggambarkan jumlah penonton yang hanya mengikuti satu tim tertentu.

Menurut Esports Charts, hal tersebut membuat angka Hours Watched pada game battle royale perlu dibaca secara kontekstual karena kontribusi tontonan berasal dari keseluruhan pertandingan, bukan hanya popularitas satu organisasi.

Menariknya, RRQ juga mencatat dominasi penonton berbahasa Hindi dengan kontribusi sebesar 19,8 persen terhadap total Hours Watched. Kondisi ini dipengaruhi oleh besarnya basis penonton PUBG Mobile dan Free Fire di India, termasuk peran kanal co-streaming seperti Snax Gaming.

Pada akhirnya, performa RRQ di EWC 2026 menunjukkan bahwa organisasi tersebut mampu mempertahankan daya tarik internasional meski tidak diperkuat RRQ Hoshi. Lima divisi yang tampil berhasil menjaga eksistensi RRQ di panggung global melalui berbagai ekosistem game esports.

GCG BUMN
Pertumbuhan 44 persen tersebut menjadi indikator bahwa jangkauan RRQ semakin luas dan tidak hanya bergantung pada satu judul game, meskipun Mobile Legends tetap menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan organisasi tersebut. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories