JAKARTA (IndoTelko) - PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (Win&Co Group) menggandeng IBM Consulting untuk mempercepat transformasi digital operasional manufaktur melalui penerapan SAP S/4HANA Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis RISE with SAP.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun sistem operasional yang lebih terintegrasi, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat kemampuan pengambilan keputusan berbasis data.
Sebagai produsen kakao dan cokelat terintegrasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Win&Co sebelumnya menghadapi tantangan akibat penggunaan beberapa sistem ERP yang berjalan secara terpisah. Kondisi tersebut menyebabkan data tersebar di berbagai platform dan membatasi visibilitas perusahaan terhadap proses bisnis secara menyeluruh.
Selain itu, sejumlah aktivitas penting seperti perencanaan produksi, pengelolaan persediaan, dan pengendalian kualitas masih bergantung pada proses manual menggunakan spreadsheet. Hal ini berpotensi meningkatkan beban operasional serta memperlambat proses pelaporan.
Melalui implementasi RISE with SAP, IBM Consulting bersama SAP membantu Win&Co membangun platform digital terpusat yang mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis, mulai dari keuangan, pengadaan, rantai pasok, manufaktur, hingga manajemen kualitas.
Dengan sistem baru tersebut, perusahaan dapat memperoleh visibilitas operasional secara real-time melalui satu sumber data yang terintegrasi. Implementasi ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi perencanaan produksi, memperkuat pengelolaan inventori, serta mempercepat proses pengambilan keputusan.
Managing Director IBM Indonesia Juvanus Tjandra mengatakan industri manufaktur saat ini membutuhkan sistem digital yang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat ketahanan operasional.
“Modernisasi ERP membantu perusahaan membangun fondasi digital yang menghubungkan data, proses, dan tim di seluruh fungsi bisnis. Fondasi ini juga membuka peluang untuk penerapan AI dan otomatisasi yang lebih lanjut,” ujar Juvanus.
President Director Win&Co Group Sugianto Soenario menyampaikan bahwa transformasi sistem digital menjadi langkah penting bagi perusahaan terbuka dalam meningkatkan transparansi, tata kelola, serta kualitas pelaporan.
Menurutnya, platform terintegrasi ini akan memperkuat operasional perusahaan mulai dari proses produksi, pengendalian kualitas, hingga pengambilan keputusan strategis.
Sementara itu, Managing Director SAP Indonesia Sianto Wongjoyo menilai perusahaan manufaktur membutuhkan infrastruktur digital yang mampu mengubah data menjadi wawasan bisnis yang dapat digunakan secara cepat dan tepat.
“Melalui RISE with SAP, Win&Co membangun fondasi menuju operasional yang lebih adaptif dengan mengintegrasikan proses bisnis, data, dan pengambilan keputusan di seluruh organisasi,” katanya.
Transformasi yang dilakukan Win&Co mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri manufaktur Indonesia terhadap teknologi digital berbasis data. Berdasarkan IBM CEO Study 2026, sebanyak 73% pemimpin manufaktur global menilai AI telah mengubah cara operasional bisnis dijalankan dan menjadi faktor penting dalam peningkatan produktivitas serta daya saing.
Dengan fondasi digital baru tersebut, Win&Co menargetkan pengelolaan manufaktur yang lebih efisien, fleksibel, dan siap menghadapi perkembangan teknologi seperti AI serta otomatisasi di masa depan. (mas)