JAKARTA (IndoTelko) - Bettr, penyedia solusi embedded finance dan fintech dari Ant International, berkolaborasi dengan Muslim Pro untuk menghadirkan layanan pembiayaan umrah berbasis prinsip syariah di Malaysia.
Kerja sama ini ditujukan bagi masyarakat Muslim yang ingin menjalankan ibadah umrah dengan opsi pembayaran bertahap, sehingga dapat mengatur kebutuhan finansial secara lebih fleksibel tanpa mengganggu perencanaan keuangan lainnya.
Melalui layanan tersebut, pengguna Muslim Pro di Malaysia dapat memilih paket umrah dari agen perjalanan resmi, mengajukan pembiayaan secara digital, serta menentukan tenor pembayaran mulai dari 12 hingga 24 bulan.
Skema pembiayaan yang digunakan menerapkan konsep tawarruq, yaitu mekanisme transaksi yang disesuaikan dengan prinsip keuangan syariah. Proses transaksi dilakukan melalui AS-SIDQ, platform perdagangan komoditas digital milik SEDANIA As Salam Capital, dan telah mendapatkan persetujuan dari Masryef Advisory Sdn. Bhd.
Group Managing Director & CEO Muslim Pro Nafees Khundker mengatakan, kebutuhan finansial menjadi salah satu faktor penting dalam persiapan perjalanan ibadah umrah dan haji.
“Kami ingin membantu individu dan keluarga di Malaysia merencanakan perjalanan umrah dengan solusi pembiayaan syariah yang bertanggung jawab, aman, dan mudah diakses,” ujar Nafees.
Kolaborasi ini memanfaatkan basis pengguna Muslim Pro yang telah mencapai lebih dari 190 juta unduhan secara global. Melalui integrasi layanan digital, pengguna dapat mengakses pilihan paket umrah standar maupun premium yang mencakup tiket pesawat, akomodasi, konsumsi, serta transportasi selama berada di Tanah Suci.
Pertumbuhan layanan pembiayaan digital berbasis syariah dinilai memiliki peluang besar seiring meningkatnya adopsi teknologi di kalangan masyarakat Muslim. Di Malaysia, populasi Muslim mencapai sekitar 22 juta jiwa atau sekitar 65% dari total penduduk.
Bettr menilai fleksibilitas pembayaran dapat membantu calon jamaah mengelola kebutuhan biaya perjalanan ibadah, terutama bagi keluarga yang telah melakukan perencanaan dan tabungan sejak jauh hari.
General Manager of Bettr Credit sekaligus Senior Vice President Ant International Quan Yu mengatakan, teknologi dapat membantu memperluas akses terhadap layanan keuangan yang lebih inklusif.
“Melalui kemitraan dengan platform tepercaya seperti Muslim Pro, kami ingin menghadirkan solusi keuangan digital berbasis syariah yang inovatif dan sesuai dengan nilai-nilai Islam,” ujar Quan.
Dalam menyediakan layanan tersebut, Bettr menggunakan model penilaian risiko kredit yang mengutamakan keamanan dan privasi data pengguna. Pendekatan ini memungkinkan layanan pembiayaan menjangkau berbagai segmen masyarakat, termasuk pekerja lepas dan pelaku usaha kecil.
Melalui kolaborasi ini, Bettr dan Muslim Pro berharap dapat membangun ekosistem digital yang memudahkan masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan ibadah sekaligus memperluas akses terhadap layanan keuangan syariah di kawasan. (mas)