telkomsel halo

MASTEL bahas spektrum Upper 6 GHz sebagai fondasi 6G Indonesia

05:38:48 | 10 Jul 2026
MASTEL bahas spektrum Upper 6 GHz sebagai fondasi 6G Indonesia
JAKARTA (IndoTelko) - Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) menggelar Seminar dan Workshop Nasional bertajuk Nilai Strategis Nasional TIK dari Alokasi Spektrum Upper 6 GHz untuk Mobile Broadband 5G-Advanced dan 6G di Indonesia. Forum ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun arah kebijakan pemanfaatan spektrum Upper 6 GHz sebagai fondasi pengembangan jaringan generasi berikutnya.

Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, regulator, operator telekomunikasi, penyedia teknologi, akademisi, asosiasi industri, hingga pelaku ekosistem digital. Tujuannya adalah membangun kesamaan pandangan mengenai pentingnya ketersediaan spektrum frekuensi mid-band guna mendukung implementasi 5G-Advanced dan 6G sekaligus memperkuat daya saing ekonomi digital nasional.

Ketua Umum MASTEL, Sarwoto Atmosutarno, mengatakan pembahasan mengenai Upper 6 GHz merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan ekosistem digital Indonesia menghadapi kebutuhan jaringan masa depan.

Menurutnya, pemanfaatan spektrum tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan yang dihasilkan berbasis data, selaras dengan kebutuhan industri, serta mampu mendorong transformasi digital secara berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi keterlambatan seperti yang pernah terjadi pada implementasi 5G akibat terbatasnya ketersediaan spektrum dan belum siapnya ekosistem pendukung.

Saat ini, alokasi pita frekuensi Upper 6 GHz (64257125 MHz) masih berada dalam tahap pembahasan kebijakan di Indonesia. Keputusan terkait pemanfaatan spektrum tersebut dinilai akan berpengaruh terhadap investasi infrastruktur digital, pengembangan jaringan seluler, inovasi industri, hingga pencapaian Visi Digital Indonesia 2045.

Seminar nasional menghadirkan sejumlah perwakilan pemerintah, di antaranya Deputi V Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam Marsda TNI Dr. Eko Dono Indarto, Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital Komdigi Adis Alifiawan, serta Koordinator Ekosistem dan Ruang Digital Bappenas Andreas Bondan Satriadi.

Selain sesi utama, forum juga menggelar dua panel diskusi yang membahas nilai strategis spektrum Upper 6 GHz bagi masyarakat dan ekonomi digital, serta peta jalan kebijakan nasional. Diskusi tersebut melibatkan perwakilan GSMA, Komdigi, Telkomsel, Huawei, Institut Teknologi Bandung, Telkom University, ATSI, Qualcomm, XLSMART, Indosat Ooredoo Hutchison, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Indonesia.

Sebagai hasil akhir, seminar ini ditargetkan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis bagi pemerintah, termasuk Deklarasi Bersama Industri mengenai dukungan terhadap pemanfaatan Upper 6 GHz untuk layanan mobile broadband, ringkasan eksekutif, serta dokumen rekomendasi kebijakan MASTEL.

GCG BUMN
Forum juga mendorong pembentukan kelompok kerja (working group) yang akan berfokus pada pengembangan kebijakan spektrum untuk 5G-Advanced dan 6G. MASTEL berharap sinergi tersebut dapat melahirkan kebijakan spektrum yang adaptif, berkelanjutan, serta mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di tingkat global. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories