telkomsel halo

Canaya tampil di RECHARGE, inovasi panas Bumi PGE angkat daya saing kopi lokal

05:58:00 | 05 Jul 2026
Canaya tampil di RECHARGE, inovasi panas Bumi PGE angkat daya saing kopi lokal
JAKARTA (IndoTelko) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memperkenalkan kopi Canaya pada peresmian RECHARGE Green Brew Space di Jakarta. Produk kopi binaan Koperasi Pemasaran Bersama Kanyaah Kamojang (KOPBASHKA) tersebut menjadi contoh pemanfaatan langsung energi panas bumi (direct use geothermal) yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.

Kehadiran Canaya di ruang kolaborasi yang diinisiasi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM menunjukkan bahwa energi panas bumi tidak hanya dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, tetapi juga dapat mendukung pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.

Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, mengatakan RECHARGE merupakan wadah kolaborasi untuk memperlihatkan manfaat nyata energi baru terbarukan bagi masyarakat. Menurutnya, sektor energi memiliki peran penting dalam mendorong berbagai program pemberdayaan yang berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menambahkan pemanfaatan panas bumi seharusnya tidak berhenti pada penyediaan energi bersih, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi baru di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Menurutnya, pengembangan Geothermal Coffee Process (GCP) menjadi salah satu bentuk optimalisasi pemanfaatan langsung energi panas bumi untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

“Melalui inovasi seperti Geothermal Coffee Process, kami ingin menunjukkan bahwa energi panas bumi tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Inovasi ini menjadi bukti bahwa transisi energi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

General Manager PGE Area Kamojang, A. Novi Purwono, menjelaskan kehadiran Canaya di RECHARGE menjadi sarana memperkenalkan hasil inovasi energi panas bumi kepada masyarakat yang lebih luas. Selain menikmati kopi, pengunjung juga dapat memahami bagaimana energi bersih mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus kesejahteraan petani.

Pengeringan kopi berbasis panas bumi

Canaya diproduksi menggunakan teknologi Geothermal Coffee Process, yaitu metode pengeringan biji kopi yang memanfaatkan energi panas bumi melalui sistem heat exchanger. PGE bersama KOPBASHKA membangun Geothermal Dry House, fasilitas pengeringan yang memanfaatkan panas dari lapangan panas bumi Kamojang.

Teknologi tersebut memangkas waktu pengeringan kopi secara signifikan. Jika sebelumnya proses pengeringan membutuhkan sekitar 30 hingga 40 hari bergantung pada cuaca, kini dapat diselesaikan dalam waktu tiga hingga sepuluh hari.

Selain mempercepat proses, pengeringan dengan suhu dan kelembapan yang terkontrol selama 24 jam menghasilkan kualitas biji kopi yang lebih seragam, bersih, serta mampu mempertahankan karakter rasa Arabika Kamojang.

Pendapatan petani meningkat

Efisiensi proses produksi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. Dengan kapasitas produksi mencapai enam hingga delapan ton ceri kopi setiap siklus, koperasi mampu menaikkan harga pembelian ceri kopi menjadi sekitar Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang berkisar Rp16.000 per kilogram.

Lebih dari 300 petani kopi di kawasan Kamojang telah merasakan manfaat program tersebut. Bahkan, kopi Canaya kini telah dipasarkan hingga ke Jerman dan Jepang, memperlihatkan daya saing produk lokal berbasis inovasi energi bersih di pasar internasional.

Selain memberikan manfaat ekonomi, pemanfaatan panas bumi untuk proses pengeringan juga membantu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sehingga mendukung target dekarbonisasi. Inovasi tersebut turut mengantarkan PGE Area Kamojang meraih ASEAN Renewable Energy Project Awards 2024.

GCG BUMN
Melalui kehadiran Canaya di RECHARGE Green Brew Space, PGE berharap pemanfaatan langsung energi panas bumi dapat semakin dikenal sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dalam mempercepat transisi energi berkelanjutan di Indonesia. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories