telkomsel halo

PGE jadi jawara ESG sektor infrastruktur Asia Pasifik

06:11:00 | 29 Jun 2026
PGE jadi jawara ESG sektor infrastruktur Asia Pasifik
JAKARTA (IndoTelko) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kembali memperoleh pengakuan atas komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan. Perusahaan energi panas bumi tersebut meraih ESG Leadership Award 2026 sebagai Sector Champion kategori Infrastructure dalam ajang Asia-Pacific Sustainable Business & Innovation Forum (ASBIF) 2026.

Penghargaan diberikan dalam forum yang digelar di Surabaya pada 22-23 Juni 2026 dan diselenggarakan oleh Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga bersama Research Centre for ESG, The Hang Seng University of Hong Kong.

Pengakuan tersebut diberikan atas konsistensi PGE dalam menerapkan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) di berbagai aspek bisnis, mulai dari tata kelola perusahaan, pengelolaan lingkungan, keselamatan kerja, hingga program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional panas bumi.

Dalam proses penilaian, PGE berhasil menjadi yang terbaik di antara sembilan perusahaan yang masuk dalam kategori sektor infrastruktur. Capaian tersebut memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pelaku energi baru terbarukan yang aktif mengembangkan praktik keberlanjutan di Indonesia.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa penerapan ESG telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan.

“ESG bukan sekadar pemenuhan kewajiban, tetapi menjadi fondasi dalam menjaga keandalan operasional, memperkuat tata kelola, menciptakan nilai bagi masyarakat, serta mendukung agenda transisi energi nasional. Kami akan terus memperkuat inovasi dan praktik keberlanjutan untuk mendukung visi menjadi perusahaan panas bumi kelas dunia,” ujarnya.

ESG Leadership Award diberikan kepada organisasi yang dinilai mampu menunjukkan kepemimpinan dalam penerapan prinsip keberlanjutan. Proses evaluasi dilakukan oleh tim peneliti dan pakar ESG menggunakan metodologi berbasis bukti guna memastikan penilaian berlangsung independen dan kredibel.

Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hutabarat, menambahkan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan dengan kinerja bisnis.

“Penerapan ESG bagi PGE merupakan bagian dari upaya membangun pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Kinerja operasional, tata kelola yang transparan, disiplin keuangan, serta pengelolaan risiko yang baik harus berjalan seiring dengan komitmen terhadap lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Penghargaan tersebut juga sejalan dengan kinerja operasional perusahaan yang terus menunjukkan tren positif. Pada kuartal pertama 2026, PGE membukukan produksi listrik sebesar 1.370 gigawatt hour (GWh), meningkat 15,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Saat ini perusahaan mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.932 megawatt (MW). Dari jumlah tersebut, 727 MW dioperasikan langsung oleh PGE, sementara sisanya dikelola melalui skema kerja sama operasi.

Dengan kontribusi sekitar 70 persen terhadap total kapasitas panas bumi terpasang nasional, PGE memiliki peran strategis dalam mendukung pasokan listrik berbasis energi bersih sekaligus mempercepat transisi energi di Indonesia.

Selain penghargaan terbaru ini, PGE juga mencatat sejumlah pencapaian keberlanjutan lainnya. Perusahaan memperoleh skor ESG 7,1 dari Sustainalytics pada akhir 2025 yang menjadi salah satu peringkat terbaik di Indonesia. PGE juga meraih penghargaan PROPER Emas untuk Area Kamojang dan Area Ulubelu, serta menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025.

GCG BUMN
Rangkaian pencapaian tersebut semakin memperkuat posisi PGE sebagai perusahaan energi panas bumi yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada penciptaan nilai jangka panjang melalui praktik keberlanjutan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories