telkomsel halo

IEE Series bawa pameran energi dan konstruksi ke Indonesia Timur

05:42:00 | 15 Jun 2026
IEE Series bawa pameran energi dan konstruksi ke Indonesia Timur
JAKARTA (IndoTelko) - Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series untuk pertama kalinya hadir di Balikpapan, Kalimantan Timur. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk mendekatkan pelaku industri energi, pertambangan, konstruksi, dan migas dengan pusat aktivitas ekonomi yang berkembang pesat di kawasan Indonesia Timur.

Pameran yang berlangsung pada 1012 Juni 2026 di BSCC Dome Balikpapan tersebut menghadirkan tiga agenda utama, yakni Mining Indonesia, Construction Indonesia, dan Oil & Gas Indonesia. Lebih dari 100 perusahaan, asosiasi, dan organisasi turut berpartisipasi dengan membawa lebih dari 200 merek dari sedikitnya 10 negara.

Dengan area pameran seluas lebih dari 5.000 meter persegi, penyelenggaraan IEE Series Balikpapan menjadi ajang pertemuan berbagai pemangku kepentingan industri yang selama ini banyak beroperasi di Kalimantan dan wilayah Indonesia Timur.

Pembukaan acara dilakukan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur bersama sejumlah perwakilan asosiasi industri dan manajemen Pamerindo Indonesia.

Mewakili Gubernur Kalimantan Timur, Kepala Dinas ESDM Kalimantan Timur Bambang Arwanto menilai tema energi dan rekayasa industri yang diusung dalam IEE Series sangat relevan dengan arah transformasi industri saat ini.

Menurutnya, perkembangan teknologi, digitalisasi, pemanfaatan kecerdasan buatan, hingga tuntutan efisiensi dan keberlanjutan menjadi faktor yang mendorong perubahan besar di sektor energi dan industri nasional.

Ia menambahkan bahwa forum seperti IEE Series memiliki peran penting dalam mempertemukan berbagai inovasi, peluang investasi, serta kolaborasi yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan industri ke depan.

Kalimantan Timur sendiri saat ini menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan industri tercepat di Indonesia. Aktivitas sektor pertambangan, minyak dan gas, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap teknologi, layanan, dan solusi industri yang lebih modern.

Posisi Balikpapan sebagai pusat logistik dan operasional di Kalimantan juga menjadikannya lokasi strategis untuk mempertemukan pelaku industri dari berbagai daerah.

Pemerintah Kota Balikpapan menilai penyelenggaraan IEE Series memiliki arti penting bagi perkembangan sektor energi dan industri di kawasan tersebut. Kota ini selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu pusat industri migas nasional sekaligus penggerak ekonomi regional.

Selain menghadirkan area pameran, IEE Series Balikpapan juga menyelenggarakan berbagai seminar dan forum diskusi yang membahas isu-isu strategis industri. Topik yang diangkat antara lain transformasi sektor migas, peluang konstruksi dalam mendukung pembangunan IKN, pemanfaatan kecerdasan buatan dan UAV untuk operasional pertambangan, keberlanjutan industri, ekonomi sirkular, hingga peningkatan efisiensi operasional.

Kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai asosiasi industri, di antaranya Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Kalimantan Timur, Asosiasi Chief Engineering (ACE) Kalimantan Timur, Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (ASPERMIGAS), Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), Perkumpulan Tenaga Ahli Alat Berat Indonesia (PERTAABI), serta Indonesia Construction Architecture Network (ICAN).

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, mengatakan ekspansi penyelenggaraan IEE Series ke Balikpapan dilakukan untuk mendekatkan platform industri dengan lokasi proyek dan pusat pertumbuhan ekonomi yang sedang berkembang.

Menurutnya, kehadiran lebih dari 100 perusahaan dan ratusan merek dari dalam maupun luar negeri menunjukkan besarnya potensi Kalimantan sebagai kawasan investasi dan pengembangan teknologi industri.

Ia berharap penyelenggaraan IEE Series dapat memperkuat konektivitas antar pelaku industri, membuka peluang kerja sama baru, serta mendorong lahirnya solusi yang mendukung pertumbuhan sektor energi, sumber daya alam, dan infrastruktur secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi sektor pertambangan, konstruksi, dan migas dalam satu platform, IEE Series Balikpapan juga diharapkan menjadi wadah business matching, penguatan rantai pasok regional, serta pengembangan sinergi lintas sektor yang lebih dekat dengan kebutuhan proyek di Indonesia Timur.

GCG BUMN
Penyelenggara menargetkan IEE Series Balikpapan dapat berkembang menjadi titik temu utama industri di kawasan Indonesia Timur sekaligus berkontribusi terhadap pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories