telkomsel halo

Internet Rp100 ribu jadi pendorong pemerataan digital

05:07:00 | 02 Jun 2026
Internet Rp100 ribu jadi pendorong pemerataan digital
JAKARTA (IndoTelko) - Pemerintah menilai layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan tarif Rp100 ribu per bulan berpotensi menjadi momentum penting dalam mempercepat pemerataan akses digital nasional sekaligus menjawab tantangan mahalnya biaya internet di Indonesia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan saat ini cakupan jaringan telekomunikasi nasional sebenarnya sudah menjangkau sekitar 97 persen wilayah berpenduduk di Indonesia. Namun, kualitas layanan internet masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditingkatkan.

“Lanskap jaringan kita sebenarnya sudah cukup baik, tetapi kualitas internet nasional masih harus terus ditingkatkan,” ujar Nezar saat menghadiri peluncuran Internet Rakyat di Jakarta Barat, Selasa (26/5).

Menurutnya, tantangan transformasi digital nasional kini tidak hanya berkaitan dengan perluasan jaringan, tetapi juga menyangkut kualitas koneksi serta keterjangkauan harga layanan internet bagi masyarakat luas.

Nezar menilai kebutuhan akses internet cepat dan stabil semakin penting seiring percepatan digitalisasi di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, layanan publik, kesehatan, hingga ekonomi digital. Karena itu, kehadiran layanan internet murah dengan kualitas tinggi dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap ruang digital yang produktif.

Ia menyebut program seperti Internet Rakyat menjadi langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan digital yang masih terjadi di sejumlah daerah.

“Jika internet 100 Mbps bisa dihadirkan dengan harga Rp100 ribu, ini akan menjadi game changer. Bukan sekadar soal koneksi, tetapi bagaimana masyarakat memperoleh akses digital yang lebih setara,” jelasnya.

Pemerintah juga menegaskan bahwa transformasi digital membutuhkan infrastruktur yang inklusif agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Selain memperluas akses, pemerintah ingin memastikan masyarakat mampu memanfaatkan ruang digital untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

“Kita tidak ingin ada masyarakat yang tertinggal hanya karena belum memiliki akses internet yang berkualitas,” tambah Nezar.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, operator telekomunikasi, industri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pemerataan konektivitas nasional, terutama mengingat tantangan geografis Indonesia yang cukup kompleks.

Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital terus mendorong peningkatan kualitas jaringan nasional guna mendukung kebutuhan teknologi masa depan seperti artificial intelligence (AI), layanan cloud, Internet of Things (IoT), hingga pengembangan ekonomi digital nasional.

GCG BUMN
“Ke depan kebutuhan bandwidth akan semakin besar. Karena itu kualitas layanan dan keterjangkauan harga internet harus berjalan beriringan,” tutupnya. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories