JAKARTA (IndoTelko) Cirebon Energi Prasarana (CEPR) memperkuat standar keselamatan dan keandalan operasional pembangkit melalui implementasi IBM Maximo. Langkah ini menjadi bagian dari modernisasi operasional di sektor energi.
Melalui platform tersebut, CEPR mengintegrasikan pengelolaan Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), termasuk sistem izin kerja (permit to work), isolasi energi, serta perencanaan keselamatan yang terdigitalisasi. Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan aset dan proses operasional berjalan lebih otomatis sekaligus memenuhi standar keselamatan industri.
Implementasi dilakukan bersama Cohesive, mitra dari IBM. Dengan sistem ini, CEPR menjadi salah satu pembangkit di Indonesia yang mengoperasikan manajemen izin kerja dan isolasi energi berbasis digital secara terintegrasi dalam skala besar.
Pemanfaatan IBM Maximo juga terbukti dalam kegiatan pemeliharaan menyeluruh selama 47 hari pada unit pembangkit berkapasitas 1.000 MW. Sistem ini membantu mengelola ribuan aktivitas kerja, pengawasan kontraktor, serta memastikan seluruh proses berjalan aman dan sesuai jadwal.
General Manager and Technology Leader IBM ASEAN, Catherine Lian, menilai platform digital memiliki peran penting dalam meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional infrastruktur vital. IBM, lanjutnya, berkomitmen mendukung transformasi sektor energi menuju operasi yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Sementara itu, ICT Manager CEPR, Andy Saputra, menyebut implementasi ini telah mengubah pendekatan perusahaan dalam menjaga keselamatan dan operasional pembangkit, khususnya dalam proyek pemeliharaan skala besar.
Business Development Director ASEAN Cohesive, Seno Hardijanto, menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam penerapan solusi digital untuk meningkatkan kinerja infrastruktur energi.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya nasional dalam memperkuat ketahanan energi, meningkatkan keselamatan industri, serta mendorong digitalisasi sektor infrastruktur. Sektor energi sendiri memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan menjadi pendorong utama aktivitas industri di Indonesia. (mas)