telkomsel halo

TransTRACK genjot ekspansi ke ASEAN - Timur Tengah

05:59:00 | 17 Apr 2026
TransTRACK genjot ekspansi ke ASEAN - Timur Tengah
JAKARTA (IndoTelko) TransTRACK mempercepat ekspansi global ke Asia Tenggara dan Timur Tengah seiring momentum tujuh tahun pertumbuhan perusahaan.

Setelah memperluas operasional ke Malaysia, Singapura, Australia, serta pasar Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Qatar, perusahaan kini membidik ekspansi lanjutan ke Vietnam, Thailand, Oman, Bahrain, dan Kuwait.

Langkah ini mempertegas ambisi TransTRACK untuk memperkuat posisi sebagai pemain utama di industri fleet intelligence dan integrasi rantai pasok global. Saat ini, perusahaan telah melayani lebih dari 1.500 klien dan masuk dalam tiga besar penyedia solusi fleet management di Asia Tenggara selama dua tahun berturut-turut menurut laporan Berg Insight.

Co-Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, menyebut momentum ekspansi ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan efisiensi dan kompleksitas operasional di berbagai pasar.

“Fokus kami menghadirkan solusi yang scalable secara global namun tetap relevan secara lokal di setiap negara,” ujarnya.

Pasar fleet management global diproyeksikan melampaui USD 30 miliar pada 2026 dan terus tumbuh hingga lebih dari USD 120 miliar pada 2035. Di Asia Tenggara, pasar masih dalam tahap awal namun memiliki pertumbuhan tinggi.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, TransTRACK menghadirkan platform berbasis IoT, AI, robotics, dan analitik data yang memberikan visibilitas serta kontrol operasional secara real-time.

Co-Founder & CTO, Aris Pujud Kurniawan, menambahkan platform yang dikembangkan bersifat hardware-agnostic dan mudah diintegrasikan dengan sistem yang sudah ada.

“Dengan dukungan AI seperti predictive maintenance dan carbon intelligence, kami membantu klien meningkatkan efisiensi sekaligus memenuhi tuntutan keberlanjutan,” jelasnya.

Dari sisi kinerja, perusahaan mencatat pendapatan sekitar USD 45 juta pada 2025 dengan model bisnis recurring revenue, margin kotor sekitar 73%, dan tingkat churn rendah di 0,6%.

Group CFO, Lim Boon Wei, menyatakan strategi ekspansi dilakukan secara disiplin dengan menjaga profitabilitas.

Ke depan, TransTRACK menargetkan kehadiran di lebih dari 10 negara dan penetrasi ke 10 sektor industri utama hingga 2028, termasuk maritim, pertambangan, dan perkebunan.

Selain ekspansi, perusahaan juga memperkuat kapabilitas operasional melalui peningkatan layanan, sistem monitoring proaktif, serta pengembangan talenta melalui program internal. Singapura akan dijadikan sebagai hub regional untuk mengorkestrasi ekspansi di Asia Tenggara dan Timur Tengah.

GCG BUMN
Dengan kombinasi inovasi teknologi dan strategi ekspansi terukur, TransTRACK optimistis dapat memperkuat peran sebagai mitra strategis dalam transformasi digital sektor logistik global. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories