JAKARTA (IndoTelko) - Dalam produksi audio imersif, presisi dan konsistensi menjadi faktor utama yang menentukan kualitas akhir. Monitor studio dari Neumann seri KH disebut berperan penting dalam sejumlah karya yang meraih penghargaan Grammy Awards, khususnya kategori Best Immersive Audio Album.
Sejumlah nama besar di industri audio seperti George Massenburg, Michael Romanowski, Eric Schilling, hingga produser Herbert Waltl diketahui menggunakan monitor Neumann dalam proses produksi mereka. Perangkat tersebut dimanfaatkan dalam berbagai proyek, mulai dari remix katalog Alicia Keys hingga penggarapan soundtrack epik seperti God of War: Ragnarök, serta album lintas genre seperti Divine Tides karya Stewart Copeland dan Ricky Kej.
Sebagian besar proyek tersebut dikerjakan di studio mediaHYPERIUM di California yang didirikan Waltl bersama Schilling. Studio ini mengandalkan konfigurasi monitor Neumann seri KH yang dirancang khusus untuk kebutuhan mixing audio imersif. Schilling menyebutkan bahwa sistem tersebut mampu menghasilkan suara yang konsisten dan tetap stabil, bahkan saat diputar pada volume tinggi.
Secara teknis, studio tersebut menggunakan kombinasi speaker utama KH 420 yang didukung subwoofer KH 870, serta model KH 310 dan KH 120 untuk mendukung berbagai format audio imersif. Konfigurasi ini memungkinkan transisi yang mulus antar format sekaligus menjaga akurasi suara di berbagai kondisi pemutaran.
Di sisi lain, Romanowski yang memimpin Coast Mastering di Berkeley juga mengandalkan perangkat serupa dalam proses mastering. Ia menilai karakter suara monitor Neumann cenderung natural dan tidak melelahkan telinga, sehingga cocok untuk pekerjaan audio imersif yang menuntut detail tinggi.
Bagi Massenburg, kualitas audio imersif tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga kemampuan menyampaikan emosi kepada pendengar. Ia menekankan pentingnya transparansi suara agar pesan musikal dapat tersampaikan dengan baik. Konsistensi monitor Neumann dinilai membantu menjaga karakter suara tetap sama meskipun proses produksi dilakukan lintas lokasi.
Kolaborasi antara para insinyur ini juga didukung oleh workflow yang terintegrasi, mulai dari pertukaran file hingga proses penyempurnaan mixing di berbagai sistem. Konsistensi perangkat menjadi faktor penting agar hasil akhir tetap terjaga di berbagai lingkungan.
Dalam beberapa tahun terakhir, tim ini berhasil meraih sejumlah penghargaan Best Immersive Audio Album di Grammy Awards, kategori yang juga pernah dimenangkan oleh nama-nama besar seperti Beyoncé, Paul McCartney, dan The Beatles.
Salah satu proyek yang menonjol adalah Divine Tides, yang memadukan berbagai instrumen global dalam produksi audio imersif, serta soundtrack God of War: Ragnarök dengan ratusan trek audio dan aransemen orkestra kompleks. Waltl menyebut sistem monitoring tersebut mampu menangani berbagai skala produksi, dari komposisi sederhana hingga orkestrasi besar.
Pada perkembangan terbaru, Romanowski kembali meraih penghargaan Grammy 2026 untuk proses mastering album Immersed karya Justin Gray, yang dirancang khusus untuk format audio imersif. (mas)