Jelang THR, VIDA serukan "Jangan Asal Klik" cegah penipuan digital

07:11:00 | 14 Mar 2026
Jelang THR, VIDA serukan &quotJangan Asal Klik" cegah penipuan digital
JAKARTA (IndoTelko) - Menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), VIDA meluncurkan kampanye edukasi publik bertajuk “Jangan Asal Klik”, untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penipuan digital. Kampanye ini fokus pada literasi anti-scam, terutama pada periode ketika aktivitas digital meningkat, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan masyarakat di ruang digital.

Data dari CekRekening.id menunjukkan, kasus penipuan paling banyak terjadi melalui aplikasi pesan (396.691 laporan) dan media sosial (281.050 laporan) selama periode 201731 Oktober 2025. Modus yang terlihat “mendesak” atau “wajar” membuat pesan, tautan, dan dokumen mudah dipercaya tanpa verifikasi.

Kunci Perlindungan Dimulai dari Kesadaran Diri

COO VIDA, Victor Indajang menekankan, penipuan digital kini terorganisir seperti industri. “Garda utama perlindungan dimulai dari kesadaran: jangan mudah tergiur, jangan terburu-buru, dan biasakan stop, cerna, verifikasi, baru bertindak,” ujarnya.

Kampanye “Jangan Asal Klik” selaras dengan peringatan Komdigi”], OJK, dan Bank Indonesia terkait peningkatan modus penipuan dokumen digital, impersonasi, dan social engineering berbasis AI. Laporan OJK mencatat kerugian masyarakat akibat penipuan digital mencapai Rp9,1 triliun dari lebih 400 ribu laporan selama November 2024akhir 2025, dengan modus mulai dari phishing, investasi bodong, hingga penyalahgunaan dokumen digital yang tampak resmi.

Tips Aman dari VIDA

VIDA mengimbau masyarakat untuk membangun kebiasaan digital yang aman, terutama menjelang THR:

• Jangan klik tautan dari pesan yang tidak dikenal, apalagi yang menimbulkan rasa panik

• Jangan bagikan OTP, PIN, atau kode verifikasi

• Waspadai file APK atau dokumen yang meminta instalasi aplikasi tambahan

• Selalu verifikasi permintaan transfer dana, meski dari orang terdekat

Victor juga menekankan pentingnya edukasi digital lintas generasi. “Satu tautan palsu yang terlihat meyakinkan bisa memicu pencurian data dalam hitungan detik. Edukasi perlu dimulai dari diri sendiri dengan mengenali tanda penipuan, memahami risiko, dan berpikir dua hingga tiga kali sebelum mengeklik tautan.”

Pendekatan Teknologi VIDA

Selain edukasi, VIDA menghadirkan lapisan keamanan tambahan seperti FaceToken dan PhoneToken, autentikasi berbasis biometrik dan perangkat, untuk menekan risiko penyalahgunaan akun dan memperkuat keamanan akses digital.

Kampanye ini menegaskan bahwa keamanan digital merupakan bagian dari amanah, khususnya pada periode Ramadan dan pencairan THR, serta menjadi fondasi perlindungan masyarakat dalam ekosistem digital yang semakin kompleks. (mas)

Artikel Terkait