JAKARTA (IndoTelko) - Adopsi elektrifikasi di industri otomotif Indonesia semakin masif, menghadirkan beragam pilihan kendaraan energi baru atau NEV. Di antara opsi ini, konsumen dihadapkan pada kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Meski keduanya berada di bawah payung teknologi hybrid, karakter penggunaan dan sistem kerjanya berbeda signifikan.
Jim Ma, Business Unit Director JAECOO Indonesia, menjelaskan bahwa HEV memiliki dua sumber tenaga, yakni mesin bensin dan motor listrik, tetapi baterainya tidak dapat diisi melalui colokan eksternal. Energi baterai diisi secara otomatis melalui mesin bensin dan regenerative braking, dengan kapasitas baterai yang relatif kecil sekitar 12 kWh. Motor listrik bekerja pada kecepatan rendah atau lalu lintas padat, sementara mesin bensin mengambil alih saat dibutuhkan tenaga lebih besar. Sistem ini membuat HEV praktis digunakan dan efisien bahan bakar, bahkan di wilayah yang belum memiliki infrastruktur pengisian listrik memadai.
Sementara itu, PHEV menggabungkan mesin konvensional dan motor listrik dengan baterai yang bisa diisi melalui sumber listrik eksternal. Kapasitas baterai lebih besar memungkinkan kendaraan beroperasi dalam mode listrik murni untuk jarak tertentu sebelum mesin bensin bekerja. Keunggulan PHEV terletak pada fleksibilitasnya: dapat digunakan untuk mobilitas harian dengan mode EV atau perjalanan jarak jauh saat daya baterai habis, tetap mengandalkan mesin bensin.
Di Indonesia, JAECOO menghadirkan teknologi Super Hybrid System (SHS) melalui model J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS. Sistem ini mengoptimalkan integrasi tenaga listrik dan mesin, menghadirkan efisiensi energi sekaligus performa responsif. J7 SHS-P mampu menempuh sekitar 100 km dalam mode listrik murni, cocok untuk penggunaan perkotaan. J8 SHS-P ARDIS menawarkan pengalaman premium dengan dukungan 19 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS), termasuk Adaptive Cruise Control dan Traffic Jam Assist untuk kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Selain model hybrid, JAECOO juga menyediakan J5 EV, kendaraan listrik murni bagi konsumen yang ingin beralih sepenuhnya ke mobilitas ramah lingkungan. Data wholesales GAIKINDO Januari 2026 menunjukkan J5 EV mencatat distribusi 1.942 unit, menempatkan JAECOO di peringkat sembilan besar merek mobil nasional.
Untuk mendukung pengalaman pelanggan, JAECOO memiliki 25 dealer di Indonesia, termasuk cabang baru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, serta menyiagakan 14 Dealer Siaga di rute utama mudik Lebaran dengan layanan bantuan darurat 24 jam. Dengan pendekatan ini, konsumen dapat memilih kendaraan HEV, PHEV, atau EV sesuai kebutuhan mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh, sekaligus mendukung tren kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. (mas)