JAKARTA (IndoTelko) - Alibaba Cloud dinobatkan sebagai Market Leader dalam laporan terbaru Omdiabertajuk “Omdia Market Radar: Agentic AI Development Platform in Asia and Oceania, 2026.” Dalam laporan tersebut, Alibaba Cloud masuk dalam lima pemimpin dari total 12 vendor global yang dievaluasi.
Menurut Omdia, Alibaba Cloud memperoleh nilai tertinggi dalam lima dari tujuh kategori penilaian, yaitu context engineering, model support, multi-agent framework, operation and lifecycle management, serta open source and community.
Dalam laporannya, Omdia menilai Alibaba Cloud menonjol berkat kapabilitas enterprise-grade yang komprehensif sehingga menjadi pilihan tepat bagi perusahaan yang ingin membangun dan mengoperasikan agen AI secara mandiri.
Perkuat Platform Pengembangan Agen AI
Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem AI, Alibaba Cloud meluncurkan platform AgentRun pada Desember 2025. Platform serverless ini dibangun di atas layanan Function Compute dan dirancang untuk membantu perusahaan membangun serta menjalankan agen AI secara lebih efisien.
AgentRun memungkinkan pengguna merancang agen AI melalui antarmuka visual maupun bahasa pemrograman tingkat lanjut. Platform ini juga mendukung teknologi retrieval-augmented generation (RAG) multimodal, yang memungkinkan agen AI memahami serta menghasilkan konten dalam berbagai format seperti teks, gambar, hingga video.
Pendekatan tersebut diklaim dapat menekan total cost of ownership (TCO) pengembangan agen AI hingga sekitar 60%.
Akses Lebih dari 140 Model AI
Selain itu, layanan Model Studio dari Alibaba Cloud menyediakan akses ke lebih dari 140 model AI, termasuk model proprietary seperti Qwen dan Wan, serta berbagai model AI dari pihak ketiga.
Lini model fondasi open-source Qwen tercatat telah diunduh lebih dari 1 miliar kali secara global dan melahirkan lebih dari 200.000 model turunan yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan bisnis berbasis teks, visual, maupun multimodal.
Pasar Agentic AI Diproyeksikan Melonjak
Laporan Omdia juga memproyeksikan pertumbuhan pesat pasar perangkat lunak agentic AI di kawasan Asia dan Oseania. Nilainya diperkirakan meningkat dari USD 271 juta pada 2025 menjadi USD 9,7 miliar pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 105%.
Pertumbuhan ini mencerminkan semakin pentingnya peran agen AI dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempercepat transformasi digital perusahaan.
Sebelumnya, Alibaba Cloud juga telah dinobatkan sebagai Market Leader dalam laporan Omdia “Market Radar: GenAI Cloud Titans in Asia & Oceania 2025”, yang menyoroti kekuatan portofolio generative AI serta layanan cloud perusahaan di kawasan tersebut. (mas)