JAKARTA (IndoTelko) - Platform direct-to-consumer (D2C) Igloo memperkuat portofolio asuransi perjalanan dengan menghadirkan dua fitur baru, yakni rekomendasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan layanan pelacakan serta perlindungan bagasi hilang. Inovasi ini dihadirkan melalui integrasi Travel AI Shield serta kerja sama dengan Blue Ribbon Bags (BRB), penyedia layanan pemulihan bagasi berskala global.
Melalui fitur Travel AI Shield, calon nasabah cukup menjawab tiga pertanyaan sederhana—tujuan perjalanan, maskapai yang digunakan, dan kebutuhan asuransi untuk keperluan visa—untuk memperoleh rekomendasi produk yang paling sesuai. Pendekatan ini menghilangkan kebutuhan membandingkan banyak polis secara manual dan diklaim mampu memangkas waktu proses hingga tiga kali lebih cepat.
Di sisi lain, Igloo juga menghadirkan layanan tambahan Blue Ribbon Bags yang ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan domestik maupun internasional. Layanan ini memungkinkan pelacakan aktif dan percepatan pemulihan bagasi terdaftar yang tertunda atau hilang di seluruh maskapai dan rute penerbangan dunia. Paket add-on ini ditawarkan mulai Rp32.000, dengan nilai kompensasi hingga Rp7 juta untuk paket Silver dan sampai Rp10 juta untuk paket Gold.
BRB memberikan pemantauan bagasi selama 96 jam sejak pesawat mendarat. Jika bagasi tidak kembali dalam periode tersebut, pelanggan berhak atas kompensasi tanpa perlu melampirkan bukti kuitansi, sehingga proses klaim menjadi lebih sederhana.
Head of D2C Igloo Indonesia, Delta Andreansyah, mengatakan integrasi AI dan perlindungan bagasi ini merupakan upaya perusahaan untuk menghadirkan pengalaman berasuransi yang lebih cerdas dan praktis. Menurutnya, solusi tersebut dirancang agar perlindungan perjalanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup wisatawan modern, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional.
Langkah Igloo ini sejalan dengan tren peningkatan mobilitas masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisatawan nusantara pada April 2025 mencapai 128,59 juta perjalanan, tumbuh 23,02% secara tahunan. Kenaikan tersebut menunjukkan minat bepergian yang tetap kuat di tengah tantangan ekonomi, sekaligus menegaskan pentingnya perlindungan perjalanan yang mudah diakses.
Meski kawasan Asia-Pasifik mencatat tingkat kesalahan penanganan bagasi terendah secara global pada 2024, isu bagasi tertunda masih menjadi perhatian utama. Bagi maskapai, masalah ini memicu beban operasional tambahan, mulai dari pelacakan hingga kompensasi. Kehadiran layanan seperti BRB dinilai dapat membantu mengurangi risiko finansial dan meningkatkan kepuasan penumpang.
Pengembangan solusi berbasis AI juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Igloo. Perusahaan menempatkan AI sebagai elemen inti dalam operasional dan penciptaan nilai, dengan tujuan memperluas penetrasi asuransi melalui pengalaman pelanggan yang lebih sederhana. Saat ini, kapabilitas AI tersebut mendukung TravelShield AI yang merekomendasikan produk asuransi perjalanan dari mitra seperti Sompo, termasuk manfaat pengembalian dana apabila pengajuan visa ditolak.
Dengan kombinasi teknologi terkini dan pemahaman pasar lokal, Igloo menegaskan komitmennya untuk menghadirkan asuransi digital yang lebih relevan, transparan, dan mudah dijangkau oleh masyarakat Indonesia. (mas)