telkomsel halo

Nonton EURO 2024, awas banyak penipuan mengintai

06:52:00 | 18 Jun 2024
Nonton EURO 2024, awas banyak penipuan mengintai
Ilustrasi (dok)
JAKARTA (IndoTelko) - Kejuaraan Piala Eropa 2024 atau EURO 2024 sudah berlangsung. Jutaan masyarakat berbondong-bondong ke layar dan stadion sepak bola. Namun, penjahat dunia maya memanfaatkan kesempatan ini untuk mengeksploitasi salah satu peristiwa yang paling dinantikan pada tahun 2024. Para ahli Kaspersky telah menemukan banyak penipuan yang dirancang untuk mencuri data dan uang pengguna, semuanya menjadikan topik UEFA 2024 sebagai umpan.

Ada 4 penipuan yang berhasil ditemukan, antara lain :

1. Tiket palsu

Ancaman umum menjelang acara offline besar adalah penipuan tiket, dan kejuaraan ini tidak terkecuali. Pakar Kaspersky telah menemukan halaman penipuan yang menyamar sebagai perusahaan energi populer Jerman, yang menawarkan tiket giveaway ke EURO 2024.

Setelah melanjutkan, pengguna akan diminta untuk mengisi formulir dengan nama, nomor telepon, dan alamat mereka. Kampanye ini sangat tepat sasaran, menyasar karyawan dan mitra perusahaan korban, yang berarti penipu akan memanfaatkan segala keuntungan untuk menyusup ke infrastruktur target.

2. Penipuan kripto

Penipu memanfaatkan popularitas EURO 2024 dengan menjual koin khusus yang menampilkan pemain populer, menjanjikan keuntungan yang mengesankan. Misalnya, para ahli Kaspersky menemukan skema yang melibatkan koin yang diberi nama Harry Kane. Koin-koin ini banyak dipromosikan oleh penipu melalui ledakan email dan platform media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Telegram.

Para trader yang bersemangat, tidak ingin ketinggalan, buru-buru membeli koin tersebut, sehingga menaikkan harganya. Begitu harga meningkat, para penipu menjual kepemilikan mereka, menyebabkan nilai koin anjlok dalam hitungan menit.

3. Streaming palsu

Pengguna online juga harus tetap waspada, karena para ahli Kaspersky telah menemukan platform streaming palsu yang menawarkan liputan acara eksklusif dengan harga murah. Selain membocorkan pembayaran dan data pribadi, situs-situs ini mungkin memiliki kerentanan XSS bawaan yang memungkinkan penyerang mengontrol browser Anda.

4. Toko merchandise palsu

Para ahli juga menemukan toko online palsu yang menjual perlengkapan fandom: seragam, syal, topi, dan lainnya dengan diskon 40%. Tentu saja, mereka yang terpikat tidak pernah menerima barang yang tersebut.

Pakar keamanan di Kaspersky, Olga Svistunova, mengatakan, skema penipuan memanfaatkan peristiwa besar memiliki pola yang lazim, penipu hanya mengubah daya tariknya berdasarkan tren terkini. "Kita tidak boleh meremehkannya, karena mereka terus beradaptasi dan menemukan cara baru untuk mendapatkan keuntungan. Misalnya, penemuan kami baru-baru ini mengenai penipuan aset kripto mengeksploitasi nama pemain populer menunjukkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan peluang yang muncul," ujarnya.

Agar tetap aman dari penipuan, para ahli Kaspersky membagikan tips antara lain :

    Verifikasi Keaslian: Hanya membeli tiket, merchandise, atau layanan dari sumber resmi dan bereputasi baik. Periksa situs web resmi acara untuk penjual resmi.

    Bersikaplah Skeptis terhadap Penawaran: Jika suatu penawaran tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, mungkin itu penipuan. Berhati-hatilah terhadap diskon besar dan penawaran eksklusif, terutama jika penawaran tersebut berasal dari sumber yang tidak diketahui.

    Amankan Data Anda: Hindari berbagi informasi pribadi dan keuangan di situs web asing. Pastikan situs web aman dengan mencari "https" di URL dan simbol gembok di bilah browser.

    Gunakan Perangkat Lunak Keamanan: Selalu perbarui perangkat lunak antivirus dan keamanan Anda untuk melindungi dari serangan malware dan phishing. Kaspersky premium melindungi penggunanya dari segala jenis phishing dan penipuan.

    Mengedukasi Diri Sendiri: Tetap terinformasi tentang taktik penipuan yang umum dan cara mengenalinya. Ikuti pembaruan dari pakar keamanan siber dan sumber resmi. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year