Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
telkomsel halo

Microsoft Office lama masih jadi sasaran empuk malware

07:00:00 | 19 Aug 2022
Microsoft Office lama masih jadi sasaran empuk malware
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) -- Pada Q2 2022, jumlah serangan yang mengeksploitasi kerentanan di suite Microsoft Office meningkat – sekarang terhitung mencapai 82% dari total jumlah eksploitasi untuk berbagai platform dan perangkat lunak, seperti Adobe Flash, Android, Java, dll.

Pakar Kaspersky menemukan bahwa eksploitasi untuk kerentanan, yang disebut CVE-2021-40444, digunakan untuk menyerang 5.000 orang di Q2 2022, yang delapan kali lebih banyak dibandingkan periode Q1 2022. Kerentanan zero-day di mesin Internet Explorer MSHTML ini pertama kali dilaporkan di September 2021. Engine adalah komponen sistem yang digunakan oleh aplikasi Microsoft Office untuk menangani konten web. Ketika dieksploitasi, ini memungkinkan eksekusi kode berbahaya dari jarak jauh di komputer korban.

Menurut data telemetri Kaspersky, CVE-2021-40444 sebelumnya dieksploitasi selama serangan terhadap organisasi di sektor riset dan pengembangan, energi dan industri, teknologi keuangan dan medis, serta telekomunikasi dan TI.

“Karena kerentanannya cukup mudah digunakan, kami memprediksikan peningkatan eksploitasinya. Para pelaku kejahatan siber membuat dokumen berbahaya dan meyakinkan korbannya untuk membukanya melalui teknik rekayasa sosial. Aplikasi Microsoft Office kemudian mengunduh dan menjalankan skrip berbahaya. Agar tetap aman, sangat penting untuk menginstal patch vendor, menggunakan solusi keamanan yang mampu mendeteksi eksploitasi kerentanan, dan membuat karyawan tetap waspada terhadap ancaman siber modern,” komentar Alexander Kolesnikov, analis malware di Kaspersky.

Versi lama Microsoft Office suite adalah undangan untuk para penyerang 

Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
CVE-2018-0802 dan CVE-2017-11882 menjadi pemimpin dalam hal jumlah total korban di Q2 2022, dengan sedikit peningkatan di Q1. Mereka digunakan untuk menyerang lebih dari 487.000 pengguna melalui versi lama program suite Microsoft Office, yang tetap cukup populer dan masih menjadi target yang sangat menarik bagi para pelaku kejahatan siber. Memanfaatkan kerentanan ini, penyerang biasanya mendistribusikan dokumen berbahaya untuk merusak memori komponen Equation Editor dan menjalankan kode berbahaya di komputer korban.

Jumlah pengguna yang terpengaruh oleh CVE-2017-0199 tumbuh sebesar 59% menjadi lebih dari 60.000. Jika berhasil dieksploitasi, kerentanan ini memungkinkan penyerang untuk mengontrol komputer korban dan melihat, mengubah, atau menghapus data tanpa sepengetahuan mereka.

Bakti
Untuk mencegah serangan melalui kerentanan Microsoft Office, peneliti Kaspersky merekomendasikan bisnis menerapkan langkah-langkah berikut:

  • Berikan tim SOC (Security operations center) Anda akses ke intelijen ancaman (TI) terbaru. Portal Intelijen Ancaman Kaspersky adalah satu titik akses untuk TI perusahaan, yang menyediakan data dan wawasan serangan siber yang dikumpulkan oleh Kaspersky selama 20 tahun terakhir. Untuk membantu bisnis mengaktifkan pertahanan yang efektif di masa yang penuh ketidakseimbangan ini, Kaspersky mengumumkan akses gratis ke informasi independen, terbaru, dan bersumber secara global tentang serangan dan ancaman siber yang sedang berlangsung. Dapatkan akses online.
  • Menerima informasi yang relevan dan terkini tentang ancaman yang harus diperhatikan dan TTP yang digunakan oleh penyerang
  • Perusahaan disarankan untuk menggunakan solusi keamanan yang menyediakan komponen manajemen kerentanan, seperti Pencegahan Eksploitasi Otomatis dalam Kaspersky Endpoint Security untuk bisnis. Komponen ini memantau tindakan aplikasi yang mencurigakan dan memblokir eksekusi file berbahaya
  • Gunakan solusi seperti Kaspersky Endpoint Detection and Response  dan Kaspersky Managed Detection and Response yang membantu mendeteksi dan mencegah serangan pada tahap awal – sebelum penyerang dapat mencapai tujuannya. (sar)
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year