Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Luncurkan Digital Power, Huawei pede tatap 2022

10:31:00 | 25 Nov 2021
Luncurkan Digital Power, Huawei pede tatap 2022
CEO Huawei Indonesia, Jacky Chen (sg)
Angkasa Pura 2
RAJA AMPAT, PAPUA BARAT (IndoTelko) - Dalam usianya yang mencapai lebih dari 21 tahun, Huawei Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai sektor di Indonesia. Hal ini dikatakan CEO Huawei Indonesia, Jacky Chen di hadapan awak media di kawasan Raja Ampat Papua Barat kemarin (24/11). 

Jacky mengungkapkan, kebijakan global yang juga menjadi salah satu prioritasnya  untuk Indonesia adalah penyediaan technology for green planet, teknologi untuk bumi Indonesia yang hijau. "Keseriusan kami untuk membantu seluruh sektor di Indonesia menjawab isu mendesak yaitu perubahan iklim dan target netral karbon pada 2060, kami menghadirkan unit bisnis baru Huawei Digital Power," katanya. 

Dijelaskannya, kehadiran unit bisnis ini akan makin melengkapi solusi TIK yang dihadirkan dan juga selaras dengan komitmen I DO untuk Indonesia.  

Dalam kesempatan yang sama, CEO Digital Power Huawei Indonesia Andy Liu menegaskan, pihaknya sangat serius dalam mengembangkan solusi TIK yang mampu menjawab tantangan terkait emisi karbon dan perubahan iklim. "Kami mengembangkan divisi khusus yaitu Huawei Digital Power yang mengintegrasikan teknologi digital dan energi terbarukan, serta menyediakan produk dan solusi yang ramah energi listrik terbarukan seperti transportasi listrik, infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang hijau, dan energi berbasis teknologi secara terintegrasi. Huawei tidak saja menjadi pemain terdepan di bidang ICT, namun juga di bidang digital power,” jelasnya.

Andy memaparkan, unit bisnis anyar ini menghadirkan inovasi dan produk berteknologi canggih dalam pengembangan energi terbarukan, terutama solar PV sebagai bentuk kontribusi Huawei atas inisiatif global menuju energi ramah lingkungan untuk mewujudkan bebas emisi karbon. "Digital Power juga akan meningkatkan investasi untuk riset dan pengembangan (R&D) serta operasi pasar berdasarkan kebutuhan pelanggan, mengembangkan model operasi yang sesuai dengan karakteristik industri di sektor energi dan memperluas bisnis energi dengan cepat," tambahnya. 

Divisi Huawei Digital Power ini memiliki sekitar 6.000 karyawan dan sekitar 60% diantaranya fokus terhadap R&D untuk melayani sepertiga populasi dunia di lebih dari 170 negara di dunia. Di sektor ketenagalistrikan dan energi terbarukan, Huawei terus sukses mempertahankan pangsa pasar global nomor satu untuk inverter dan solusi Solar PV.

Paket Semangat Kemerdekaan
Dijelaskan Andy, di area transmisi, Huawei memanfaatkan teknologi ICT untuk meningkatkan kemampuan grid menjadi smart grid. Sedangkan di area konsumsi, Huawei menyediakan komponen utama dalam kendaraan listrik dan untuk stasiun pengisian. "Selama evolusi energi terbarukan, teknologi digital tidak boleh dilewatkan, tetapi harus dirangkul dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mewujudkan bebas emisi karbon. Inilah nilai unik yang dapat diberikan Huawei bagi industri ini,” tegas Andy.

Menanggapi hal tersebut, Executive Director Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, tidak hanya menghadirkan potensi energi tenaga surya sebesar 34.000 megawatt, dari setiap instalasi pembangkit energi tenaga surya sebesar 1 Gigawatt juga akan menciptakan 30.000 pekerjaan. "Apresiasi atas komitmen Huawei dalam terus berinovasi mengembangkan portofolionya yang dapat diandalkan oleh berbagai sektor dalam melakukan transisi ke penggunaan energi baru terbarukan,” ujar Febby.

Sementara, Ketua Bidang Regulasi, Hukum dan Kebijakan Telematika MASTEL, Johny Siswadi, menilai pentingnya Huawei untuk terus memperkuat peran serta kontribusi selama ini.  “Sebagai penyedia solusi TIK terdepan dunia dengan beragam best pratices yang dimiliki, Huawei juga dapat menyumbangkan pengetahuan serta kepakarannya dalam membantu para pemangku kepentingan dalam merumuskan serta menerapkan kebijakan-kebijakan terkait adopsi serta komersialisasi teknologi-teknologi mutakhir seperti 5G,” katanya.
 
Sedangkan di sektor pendidikan pun demikian. Huawei diharapkan mampu mengatasi kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan SDM cakap digital. Hal ini dikatakan Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi   Bandung (ITB), Muhammad Ridwan Efendi. Ia bercerita, Huawei berperan dalam membantu dunia pendidikan, khususnya ITB, dalam menyetak talenta-talenta digital yang mampu memenuhi kualifikasi industri, serta membantu mengakselerasi transformasi digital pada learning management ITB.(sg)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year