telkomsel halo

Pandemi percepat digitalisasi XL

12:32:00 | 10 Nov 2020
Pandemi percepat digitalisasi XL
Chief Information & Digital Officer, XL Axiata Yessie D. Yosetya (dok)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) - Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh belahan dunia tak terkecuali Indonesia "memaksa" dan  mendorong akselerasi digitalisasi XL Axiata lebih cepat dari rencana.  Hal ini dikatakan Chief Information & Digital Officer, XL Axiata Yessie D. Yosetya dalam webinar bersama wartawan kemarin (9/11).

Menurut Yessie, sebelum pandemi, pihaknya sudah punya rencana jangka panjang. Cloud sangat membantu program digitalisasi XL.  "Kami juga sudah melakukan evaluasi, kalau kita tidak menaruhnya di cloud, artinya investasi kita ada di on prem.  Dan kita sudah liat apa saja keuntungan dari pindahin atau migrasi ke cloud," katanya.  Ditegaskannya, dengan semuanya available, cycle untuk melakukan development, perubahan dari sisi aplikasi juga akan jauh lebih cepat, dan dari sisi cost.

Yessie menjelaskan hal berbeda yang sangat mendasar terkait pandemi.  "Lebih ke arah time line ya.  Kalau rencana kita sebelumnya 3 tahun, melihat kondisi saat ini dimana customer berubah, cara kerja nya berubah, maka akan terjadi percepatan dari digitalisasi tersebut," jelasnya.

Ia menjelaskan, ada 3 challenges yang bisa dilihat dari sisi timeline supaya bisa dapat compute.  Pertama dari sisi cost. Di industri yang digeluti XL, banyak sekali kemampuan untuk mengubah aplikasi atau coding supaya bisa cloud native, supaya bisa berjalan di cloud. Dipastikan lebih hemat, karena dari sisi data center, XL tidak perlu mempunyai data center sendiri. Setidaknya inilah yang dilakukan oleh XL Axiata ketika melakukan transformasi digital, dengan mengadopsi layanan cloud milik Amazon Web Services (AWS).

Kedua dari sisi security. Dari cloud tentu sudah dibuat dengan sangat secure. XL akan memanage lalu time to market. Kita melihat berubahnya perilaku consumer yang sekarang sudah sangat digital. Sehingga, ketika XL melakukan promosi, traffic juga akan naik dengan sangat cepat.

Yessie menjelaskan keuntungan yang paling besar pada saat XL melakukan atau menaruh load di cloud adalah kemampuan auto scaling. "Infrastruktur akan mengikuti traffic yang datang. Dengan banyaknya atau tingginya permintaan, infrastruktur di sisi cloud akan 'mengembang' dengan sendirinya," tambahnya.

Ketiga, sisi scalability and agility. Bila sejak awal  sudah dikonfigurasi untuk autoscaling, maka tidak perlu lagi melakukan autoscaling dan tinggal mengembang dari sisi compute. "Ini berbeda sekali dengan cara bekerja kita dahulu yang pre-planned, yakni semua sudah ada rencananya. Pada saat kita lihat ada traffic yang naik, maka kita perlu siapkan computing power, tetapi butuh waktu 6-8 minggu sebelum kapasitas itu ada. Sangat berbeda ketika kami masuk ke cloud," jelas Yessie.

Ditambahkannya, dalam tiga tahun ke depan, XL akan memindahkan 70 persen aplikasinya yang tadinya ada di data center menuju ke cloud. "Kami pursue hybrid cloud, sekitar 30 persen yang on prem," katanya.

Yessie juga menyampaikan proses pemindahan cloud.  Menurutnya, dimulai dengan touchpoint. Kemudian website perusahaan, seperti XLAxiata.co.id dan XL.co.id, kesemuanya sudah running di cloud. Tetapi tidak hanya untuk customer, XL sudah mempersiapkan proses-proses internal dan meletakannya di cloud. (sg)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom Digital Solution
More Stories
Data Center Service Provider of the year
XL Ditengah Pandemi