Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
HUT RI ke 75
telkomsel halo

Gawat, anggaran untuk Proyek satelit SATRIA belum jelas

09:30:32 | 06 Feb 2020
Gawat, anggaran untuk Proyek satelit SATRIA belum jelas
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Komisi I DPR mempertanyakan sumber dana yang akan digunakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dalam membangun Satelit Indonesia Raya (Satria).

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menkominfo Johnny G Plate, Tabu (5/2), Anggota Komisi I dari Fraksi PPP Syaifullah Tamliha menilai anggaran untuk satelit tersebut tidak jelas.

"Pertama ketidakjelasan itu. Berapa sih harga satelit itu dan juga berapa harga ground segment-nya. Sama sekali tidak dijelaskan oleh Pak Menteri berapa anggaran yang dibutuhkan," ujar Syaifullah dalam RDP di Gedung Nusantara DPR RI Jakarta, Rabu (5/2).

Syaifullah mengaku Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pernah membahas soal anggaran yang digunakan untuk membangun satelit tersebut, yakni sebesar Rp 81 triliun. Namun, dia mengaku tidak mengetahui lebih lanjut evaluasi atas rencana anggaran tersebut.

Lebih lanjut, Syaifullah menilai Negara akan terbebani jika nilai proyek satelit Satria mencapai puluhan triliun. Dia memperkirakan Pemerintah hanya mampu menanggung anggaran untuk proyek sebesar Rp 3,1 triliun.

"Kalau mengandalkan dari APBN hanya bayar Rp 3,1 triliun kita sangat mendukung, tapi kalau soal anggaran yang begitu besar ini menjadi problem. Anggaran menjadi problem di setiap lembaga dan Kementerian," ujarnya.

Syaifullah mengingatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kominfo jauh lebih rendah dari nilai proyek satelit Satria.

Syaifullah juga mengaku ragu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan memenuhi permintaan Kemkominfo jika mengandalkan APBN. Sebab, dia menyebut Kemenkeu tidak pernah hadir untuk membahas proyek tersebut.

"Kalau tidak ada jaminan dari Menteri Keuangan dari mana kita bisa membayar proyek Satria ini”, ujar Syaifullah.

Paket Semangat Kemerdekaan
Menanggapi hal itu, Pengamat Telekomunikasi Heru Sutadi menyarankan proyek SATRIA dibatalkan saja ketimbang menjadi beban keuangan negara.

"Kita sudah ada pelajaran pahit dari pengadaan satelit komunikasi pertahanan nasional yang gagal total di periode pertama Presiden Jokowi. Baiknya batalkan saja Satria”, pungkasnya.

HUT RI ke 75
Dalam catatan, Satelit SATRIA yang dicanangkan oleh BAKTI menggunakan teknologi GEO. Dengan investasi yang sangat spektakuler mencapai Rp 21,4 triliun. Dana tersebut belum termasuk pengadaan ground segment dan backhaul.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom Digital Solution
Kuota Ketengan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Kuota Ketengan