Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Mobile Legends gairahkan ekosistem Esports

11:05:32 | 26 Okt 2019
Mobile Legends gairahkan ekosistem Esports
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Kehadiran Mobile Legends: Bang Bang berhasil menggairahkan ekosistem Esports di Indonesia.

Esports adalah turnamen game online yang dipertontonkan untuk khalayak yang lebih luas. Jadi dulu, karena keterbatasan teknologi, jaringan internet, dan keterbatasan SDM, orang yang bisa menonton turnamen game online harus datang ke lokasi karena memang belum ada live streaming-nya.

Para penontonnya pun biasanya lebih terbatas pada para pemain game tersebut. Sedangkan esports memang bisa disetarakan dengan pertandingan sepak bola, karena penontonnya bisa jadi di luar komunitas para pemain game tersebut.

Itu tadi dari faktor eksternal. Dari faktor internal, dari dalam game-nya, muncul juga sebuah fitur baru yang diberi nama Spectator Mode.

Mode ini memang diperuntukkan bagi mereka yang memang lebih suka menonton ketimbang bermain gamenya. Namun mode ini jugalah yang memudahkan sebuah turnamen game bisa jadi sebuah live streaming untuk ditonton bersama-sama.

MPL Indonesia League Commisioner Lucas Mao berkisah semuanya bermula di 2016, tepatnya bulan September, Moonton merilis Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) pertama kali di Brazil kemudian secara global (worldwide).

“Saat itu kami juga sudah memegang data retention rate para gamer di seluruh dunia yang menunjukkan bahwa gamer memang suka bermain game MOBA dan ada potensi besar di Asia Tenggara. Sejak awal dirilis, kami juga sudah merasakan perkembangannya karena melihat dua hal. Pertama, banyak orang memperbincangkan MLBB di media sosial dan kami melihat gamer ternyata suka sekali bermain MOBA di ponsel mereka masing-masing. Kedua, dari data yang kami punya saat itu, angka retention-nya sungguh menakjubkan. Data itu menunjukkan banyak sekali gamer yang memainkannya setiap hari,” katanya.

Menariknya, menurut pengakuannya, awalnya mereka mengira Brazil dan Eropa yang akan jadi pasar terbesar untuk MLBB. Namun ternyata game ini jauh lebih sukses di Asia Tenggara. Meski memang, MLBB juga jadi MOBA di mobile paling populer di Eropa, Amerika Serikat, Rusia, dan Turki untuk saat ini.

“Ada satu cerita menarik yang kami dapatkan saat menggelar turnamen di Turki bulan Juli lalu. Gamer di sana mengaku sebagai fans berat ONIC dan mengikuti perkembangan MPL Indonesia untuk meningkatkan skill bermain mereka.” ujar Lucas.

Pengaruh MLBB ke industri Esports di Indonesia berawal dari Mobile Legends: Bang Bang Southeast Asia Cup (MSC) 2017. Pada bulan Juli 2017, Moonton menggelar kualifikasi MSC 2017 untuk Indonesia yang digelar di Gandaria City. Saat itu, Saints Indo yang jadi juara setelah mengalahkan E8 di babak finalnya.

Pasca kualifikasi untuk Indonesia tadi, gelaran utama MSC 2017 yang diikuti oleh 8 tim dari 5 negara Asia Tenggara (Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, dan Malaysia) digelar di Mall Taman Anggrek. Dari MSC 2017 inilah, nama-nama seperti JessNoLimit, Donkey, Oura, dan yang lain-lainnya yang menjadi icon esports nasional saat ini mencuat ke permukaan.

Menurutnya, Moonton menggelar MSC 2017 karena memang dibutuhkan oleh para gamer- nya.

“MLBB adalah game MOBA yang memang dilahirkan untuk jadi esports. Saat itu juga kami sudah melihat beberapa turnamen dari partner-partner kami (pihak ketiga) yang disambut dengan antusias. Karena itulah kami ingin mencoba membuat yang lebih besar dan lebih profesional dengan MSC 2017,” katanya.

Meski mendapat sambutan yang antusias dari para gamernya, MSC 2017 masih bisa dibilang hanyalah sebuah pengantar.

Mobile Legends: Bang Bang Professional League (MPL) Indonesia Season 1 yang bisa memecahkan kebuntuan esports menjangkau khalayak luas, termasuk pemerintah dan para pelaku industri non-endemic di Indonesia.

Telkom Marketing 2
Ditambahkannya, Moonton menggelar MPL bukan hanya untuk kepentingan industri game saja.

“Kami melihatnya sebagai sebuah industri olahraga baru yang mampu berkembang secara independen ke depannya. Pasalnya, pecinta esports sendiri memang masih sangat kecil proporsinya - - mungkin hanya sekitar 5% dari keseluruhan pemain MLBB. Karena itu, ada keterbatasan pengaruh ke industri game-nya sekarang. Namun, di masa depan esports memiliki potensi yang sangat besar, bisa memperpanjang usia produk sebuah game dan membuat komunitasnya untuk tetap terus aktif,” katanya.

Meski memang para gamer yang bisa naik kasta jadi atlet esports sangat kecil jumlahnya, antara 1- 5% dari total gamer, karena memang tuntutan kemampuannya, esports jadi sebuah ruang pragmatis yang jauh lebih luas buat mereka-mereka berkarir di industri game. Tanpa esports, industri game hanya mampu menawarkan ruang-ruang profesional yang sangat terbatas. Dengan adanya esports yang merupakan racikan antara industri hiburan, olahraga, dan game, jumlah variasi para profesional yang dibutuhkan jadi lebih beragam.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma