Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Laporan dari Singapura

Mavenir akan disrupsi pasar jaringan dengan Open RAN

12:10:00 | 11 Sep 2019
Mavenir akan disrupsi pasar jaringan dengan Open RAN
Senior Vice President of Business Development Mavenir John Baker dan SVP Head of Sales APAC Mavenir Sam Saba bersama manajemen Mavenir lainnya di Singapura.(dok)
telkomtelstra januari - maret
SINGAPURA (IndoTelko) - Mavenir menyakini solusi Open Radio Access Network (Open RA) akan mendisrupsi pasar jaringan telekomunikasi yang selama ini dihegemoni oleh vendor ternama seperti Ericsson, Huawei, atau Nokia.

"Para pemain lama di jaringan telekomunikasi memang kuat, tetapi mereka juga terdampak beberapa isu yang membuat operator harus mencari vendor lain agar tak tergantung. Era 5G ini akan menjadi peluang bagi Mavenir yang menawarkan solusi Open RAN agar operator bisa memonetisasi jaringan dengan maksimal," ungkap Senior Vice President of Business Development Mavenir John Baker kala temu media di Singapura, kemarin.

Dijelaskannya, Open RAN akan mengubah ekosistem dari penyediaan jaringan telekomunikasi dimana selama ini selalu dihantui vendor lock di sisi perangkat. "Open RAN memungkinkan operator memanfaatkan radio access yang ada dengan mengontrol distributed unit dari tempat lain," katanya.

Saat ini Open RAN telah memiliki aliansi ORAN Alliance yang didirikan operator AT&T, China Mobile, DT, NTT Docomo dan Orange. Vendor yang bergabung adalah Ericsson.

"Jika Open RAN dijalankan operator, maka aplikasi vRAN akan membuat Radio Acess yang dimiliki operator seperti smartphone yang memilih aplikasi mana disukainya untuk digunakan. Ini akan membuat kompetisi di sisi vendor akan sehat, karena operator tak ribet lagi pindah vendor," katanya.   

Potensi di 5G
SVP Head of Sales APAC Mavenir Sam Saba menambahkan potensi Open RAN akan besar di era 5G karena operator ingin memiliki nilai eonomi yang tinggi dari jaringan yang dikelolanya.

Telkom Marketing 2
"Era 4G ternyata belum membuat operator mampu mengatasi isu pendapatan yang tak sebanding dengan trafik data. 5G adalah era mengkoneksikan orang dengan orang, dan perangkat lainnya. Untuk itu dibutuhkan jaringan yang efisien," katanya.

Menurutnya, untuk bisa mendapatkan jaringan yang efisien operator harus melakukan migrasi infrastruktur ke An infrastructure migration to Network Funtions Virtualization (NFV), mengadopsi Open RAN, dan menjadi a cloud-native core network.

"Contoh operator yang sudah menjalankan ketiga itu adalah Rakuten di Jepang. Meski menjadi oeprator keempat masuk pasar, tetapi mereka mampu memanfaatkan keunggulan teknologi yang kami sediakan," katanya.(dn) 

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma