Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Indo Pratama Teleglobal sewa kapasitas satelit SES-12

11:03:56 | 06 May 2019
Indo Pratama Teleglobal sewa kapasitas satelit SES-12
ilustrasi
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - PT Indo Pratama Teleglobal (Teleglobal) telah menandatangani kontrak untuk menyewa transponder milik operator satelit SES Networks selama lima tahun.

Dikutip dari TelecomAsia (6/5), Teleglobal rencananya akan menggunakan transponder milik satelit SES-12 dan layanan managed service dari SES untuk menyediakan akses internet serta mobile backhaul services bagi 150 ribu titik di remote area di Indonesia.

Teleglobal menyewa kapasitas sebesar 1.3GHz dari satelit SES-12 yang memiliki 6 regional beams dan 72 high throughput user spot beams.

Direktur Teleglobal Candra Indianto mengatakan dengan layanan baru yang dimilikinya akan menjembatani kesenjangan digital di Indonesia.

Asal tahu saja, Teleglobal adalah salah satu dari lima pemenang tender penyediaan kapasitas satelit telekomunikasi (transponder) berbasis High Throughput Satellite (HTS) yang digelar  Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). (Baca: Tender Transponder HTS)

Layanan internet berbasis satelit Bakti rencananya mulai bergulir di 15.000 lokasi pada fase pertama dan ditargetkan mulai menyediakan layanan internet cepat pada kuartal ketiga tahun ini.

Menanggapi hal itu, Pengamat Telekomunikasi Heru Sutadi mengaku bingung dengan proses tender penyediaan transponder HTS yang memutuskan ada lima pemenang tersebut.

Telkom Marketing 2
"Seharusnya mitra sudah ada, kontrak dengan mitra jelas, baru bisa lolos sebagai pemenang. Lha kalau ternyata baru komitmen, ini kan sama saja pemenang membawa kontrak dari Bakti ke mitranya untuk dapat komitmen. Saya bingung di titik ini, kalau begitu penilaian tim lelang itu hanya lihat yang tercatat di proposal tanpa cek fakta lapangan dong," sesalnya.

Heru mengharapkan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit menyeluruh terhadap proses lelang yang digelar BAKTI selama ini agar unsur transpransi terpenuhi.

Angkasa Pura 2
"Terutama untuk pengadaan satelit Indonesia Raya (Satria) dan transponder HTS ini. Harus ada auditor negara turun langsung mengevaluasi tahapan tendernya. Soalnya yang dikelola BAKTI itu dana Universal Service Obligation (USO) alias titipan pelaku usaha untuk bangun daerah tertinggal," tutupnya.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma