Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Ini 5 pemenang tender transponder satelit HTS

15:56:00 | 30 Jan 2019
Ini 5 pemenang tender transponder satelit HTS
Para pemenang tender penyedia transponder satelit HTS dan Dirut BAKTI Anang Latif berfoto bersama.
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) akhirnya mengumumkan pemenang tender penyediaan kapasitas satelit telekomunikasi (transponder) berbasis High Throughput Satellite (HTS).

Lima perusahaan menjadi pemenang dari lelang dengan total nilai kontrak sekitar Rp7,5 triliun untuk lima tahun itu.

Kapasitas yang ditawarkan dari transponder milik para pemenang sebesar 7.200 MHz atau setara 21 Gbps

Para pemenang adalah PT Indo Pratama Teleglobal, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT. Aplikanusa Lintasarta, Konsorsium Iforte HTS, dan Telkom.

"Ini adalah proyek bridging sebelum BAKTI punya satelit multifungsi (HTS) sendiri. Pada Mei 2019 nantinya transponder yang disewa ini semua akan On," ungkap Dirut BAKTI Anang Latif usai penandatanganan Perjanjian Kerjasama Penyediaan Kapasitas Satelit Telekomunikasi di Jakarta, Rabu (30/1).

Dijelaskannya, mengingat yang dilakukan sewa transponder maka kebanyakan yang digunakan para pemenang lelang adalah slot orbit dan satelit milik asing. (Baca : Lelang Transponder )

Tercatat, Indo Pratama Teleglobal menggunakan satelit SES 12 di slot orbit 95 derajat Bujur Timur (BT), Lintasarta menggunakan satelit milik Intelsat di slot 169 BT, Konsorsium Iforte menggunakan satelit Telstar 18V di slot 138 BT, Telkom menggunakan satelit Apstar 5C di slot 138 BT. Hanya PSN yang akan menggunakan satelit milik sendiri di slot 146 BT.

"Hadirnya transponder HTS ini bisa menekan sewa biaya VSAT bagi BAKTI. Selama ini kalo transponder C-Band itu satu VSAT nilai sewa Rp15-20 juta per bulan. Dengan transponder HTS KU Band kita bisa turunkan jadi Rp2-3 juta per bulan," jelasnya.

Rencananya setelah selesai lelang di sisi angkasa (penyediaan transponder), maka akan disusul dengan penyediaan VSAT untuk sekitar 10 ribu titik.

"Untuk VSAT-nya estimasi nilai proyek Rp240 miliar per tahun. Kita kontrak nanti lima tahun juga," pungkasnya.

Telkom Marketing 2
Asal tahu saja, BAKTI sudah membangun hampir 8.300 site untuk layanan seluler.

Tahun ini akan ditambah lima ribu site lagi agar blank spot itu tertutup semua oleh layanan seluler.

Angkasa Pura 2
Transponder satelit HTS rencananya akan digunakan sebagai backbone untuk mendukung program.(dn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma