Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Telkom Infra berkontribusi di Proyek 35 ribu MW

09:29:25 | 21 Mar 2017
Telkom Infra berkontribusi di Proyek 35 ribu MW
Suasana penandatanganan Letter of Intent untuk proyek pembangkit listrik (Foto: Telkom Infra)
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkom Infra) ikut berkontribusi dalam pembangunan program pembangkit listrik 35 ribu Mega Watt (MW) yang dihelat pemerintah untuk kedaulatan energi nasional

Dalam rilisnya dinyatakan, pada Jumat (17/3) lalu bertempat di Kantor Pusat PLN Jl Trunojoyo Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Direktur Utama PT. Telkom Infra Natigor Sitorus menghadiri penandatanganan surat penunjukan (Letter of Intent) dengan Direktur Utama PLN Sofyan Basir didalam penyediaan Energi di Indonesia. Hadir pula dalam acara ini Direktur Operasi dan Marketing TelkomInfra M. Sahlan Syauqi.

PT TelkomInfra sebagai bagian dari Telkom Group berhasil memenangkan tender setelah melalui proses yang cukup panjang sejak Desember 2016. Bekerja sama dengan Mitsubhisi Heavy Industry, Telkominfra berperan serta dalam proyek energi dengan satuan kapasitas 1000KW. Area dalam scope project tersebut meliputi berbagai lokasi di Sumatra dan Sulawesi.

"Proyek tahap pertama diharapkan dapat selesai dalam waktu 4 bulan. Setelah proyek tahap pertama selesai terdapat proyek tahap kedua, sesuai dengan komitmen yang sudah disepakati dengan PLN. Pembangunan kedua project pembangkit tersebut diatas direncanakan rampung pada 2017," ungkap Natigor dalam keterangannya, Selasa (21/3).

Dijelaskannya, salah satu portfolio  bisnis Telkom Infra yaitu Energi Solution saat ini banyak mengerjakan project energy di lingkungan Telkom dan Telkomsel. "Keberhasilan penetrasi bisnis Telkominfra ke PLN diharapkan membuka peluang bisnis yang lebih besar lagi bagi Telkomgroup dimasa akan datang,” ujar Natigor.

Direktur Operasi dan Marketing Telkom Infra M. Sahlan Syauqi mengungkapkan proyek ini juga menghasilkan revenue tambahan dari adanya kontrak maintenance jangka panjang (Long Term Service Agreement) dalam tempo 3 tahun.

Sementara dalam portal resminya PLN menyatakan siap menggarap 1.825,5 MW Proyek Pembangkit yang merupakan bagian dari Proyek 35.000 Mega Watt (MW) dengan skema EPC (Engineering Procurement, Construction). PLN juga siap membangun Transmisi 500 kilo Volt (kV) sepanjang 928 kilometer sirkit (kms) di Jalur Utara Jawa.

Pada Jumat (17/3) itu jajaran Direksi PLN menandatangani 16 proyek dengan nilai investasi pembangkit sebesar Rp 13 triliun (belum termasuk PLTD), nilai investasi transmisi sebesar Rp 2,1 triliun, dan biaya Long Term Service Agreement (LTSA) untuk 5 tahun senilai Rp 6 triliun.

Telkom Infra berkontribusi di Proyek 35 ribu MW

Direktur Utama PLN Sofyan Basir dalam keterangannya menegaskan komitmen Pemerintah untuk merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35.000 MW dalam jangka waktu 5 tahun (2014-2019), yang telah dikukuhkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, serta penyediaan tenaga listrik daerah terpencil, pulau terluar dan daerah perbatasan berdasarkan surat Kementrian ESDM No. 8261/23/MEM.L/2014 tertanggal 19 Desember 2015.

“Hal tersebut dalam rangka memenuhi kekurangan pasokan daya, menggantikan pembangkit BBM eksisting yang tidak efisien, menaikkan rasio elektrifikasi pada daerah yang elektrifikasinya masih tertinggal dan meningkatkan kemampuan pasokan daya untuk daerah perbatasan serta pulau terluar,” ungkap Sofyan.

Telkom Infra berkontribusi di Proyek 35 ribu MW

Telkom Marketing 2
Natigor Sitorus (kanan) bersalaman dengan Dirut PLN Sofyan Basir

Rencananya pada 2019, 90% pulau terluar berpenghuni sudah dialiri listrik PLN. Selain itu, 694 desa dan 137 kecamatan di pulau terluar, pulau terpencil dan perbatasan juga sudah berlistrik pada 2019.

Angkasa Pura 2
Penandatanganan 16 proyek pembangkit dan transmisi ini diharapkan menjadi sebuah awal yang baik bagi kesuksesan Program 35.000 MW. Pembangunan proyek pembangkit ini sendiri direncanakan rampung pada 2018. Dengan begitu, rencana Pemerintah untuk mewujudkan target rasio elektrifikasi sebesar 99% pada 2019 dapat tercapai.(sg)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma