Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Awas! Mata-mata di Webcam Yahoo! Chat

07:33:49 | 06 Mar 2014
Awas! Mata-mata di Webcam Yahoo! Chat
(foto: mashable)
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
Jakarta (Indotelko) - Agen mata-mata negara Inggris Raya (UK) diketahui telah menyadap percakapan pengguna internet melalui Yahoo! webcam.

Agen mata-mata bernama Government Communication Headquarter (GCHQ) itu menggunakan Yahoo! webserver untuk melakukan perekaman percakapan dan juga bisa mengambil gambar langsung saat pengguna ber-webcam ria. Kegiatan penyadapan ini diketahui melalui dokumen NSA yang dibocorkan oleh Edward Snowden.

File-file yang dikeluarkan oleh harian The Guardian ini memberikan gambaran yang cukup jelas akan proyek tersebut. Aksi mata-mata ini diberi kode nama Optic Nerve yang mampu memonitor percakapan webcam siapa saja yang menggunakan layanan Yahoo!, bahkan bisa diketahui lokasi geografis sang pengguna.

Dilansir melalui Cellular News, Kamis (6/4), bahwa GCHQ menggunakan software pengenalan wajah untuk mengidentifikasi pengguna yang sedang melakukan percakapan. Lalu software tersebut akan melakukan pengambilan gambar setiap 5 menit saat percakapan berlangsung.

Untuk meminimalkan penggunaan oleh mata-mata, hanya meta data-nya saja yang secara rutin diperiksa oleh agen meskipun mereka bisa saja meminta salinan untuk gambar tertentu. Namun begitu, jika target pengguna yang dikenali muncul, maka foto target tersebut bisa diakses dengan segera.

Sejatinya, hanya beberapa individu spesifik yang menjadi target Yahoo! namun karena terkadang ada kesamaan nama dan letak geografis, jutaan pengguna Yahoo! webcam ikut dipantau.

Telkom Marketing 2
Yahoo menggambarkan aksi intrusi ke dalam platform webcam mereka sebagai sebuah tingkat pelanggaran baru terhadap privasi pengguna layanan mereka.

Dalam dokumen, proyek ini terus aktif, setidaknya pada 2012, tahun yang tercatat dalam dokumen tersebut. Tidak diketahui apakah aksi penyadapan tersebut masih berlangsung hingga sekarang atau tidak.

Angkasa Pura 2
GCHQ sendiri bersikeras bahwa segala aktivitas yang mereka lakukan ini dianggap sangat penting dan diperlukan, sudah proporsional dan sesuai dengan ketentuan perundangan di UK. (ss)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma