Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

MNC-Tencent Masih Gamang Monetisasi WeChat

10:04:27 | 10 Jan 2014
MNC-Tencent Masih Gamang Monetisasi WeChat
David F. Audy (Dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (Indotelko) – Tak mudah melakukan monetisasi aplikasi ponsel di pasar Indonesia.Bahkan untuk aplikasi mobile messaging Wechat sekalipun.Hal itu terlihat dari keinginan MNC–Tencent yang baru melakukan monetisasi Wechat secara maksimal pada 2015 nanti atau dua tahun setelah diperkenalkan di Indonesia.

“Tahun ini monetisasi bukan prioritas kami. Kami akan berupaya untuk build komunitas terlebih dahulu. Kalau monetize itu gampanglah urusan belakangan. Kalau produknya bagus, banyak orang yang pakai, otomatis banyak cara untuk monetize,” ujar CEO MNC Tencent David Audy, usai peluncuran game Wechat di Jakarta, Kamis (9/1).

Diungkapkannya, saat ini jumlah pengguna Wechat baru mencapai 50% dari total pengguna smartphone di Indonesia. Jika riset Mindshare benar adanya, pengguna smartphone di Indonesia baru mencapai 41,3 juta, itu berarti jumlah pengguna Wechat baru mencapai sekitar 20 jutaan pengguna. Angka ini memang telah melebihi jumlah pengguna aplikasi messaging saingannya, yaitu Kakaotalk, yang pada Desember lalu mengklaim baru memiliki 13 juta pengguna.

Dalam riset yang dilakukan On Device Research bertajuk Indonesia: The Social Media Capital of The World menunjukkan bahwa Wechat menduduki posisi ke-6 dalam deretan Instant Messaging 2.0 paling populer di Indonesia. Di peringkat pertama ada WhatsApp, lalu BBM, Line, Facebook Messenger dan Twitter. Sedangkan Kakaotalk berada di bawah Wechat.

Dengan pernyataan David tersebut mengindikasikan bahwa angka 20 juta itu belum bisa dijadikan dasar untuk monetisasi. Meskipun hampir semua aplikasi messaging instant berjualan sticker, termasuk Wechat, namun David mengaku bahwa fitur sticker belum memberikan kontribusi yang cukup dalam revenue.

Lalu berapa target MNC-Tencent untuk bisa membuat Wechat menghasilkan uang? “Kalau penggunanya sudah banyak, ya otomatis. Ya, belum diputuskan sih. Mungkin kalau sudah 100 persen dari pengguna smartphone. Tahun depanlah,” ujar David.

Padahal, di China sang empunya aplikasi, Tencent, berhasil memonetisasi Wechat dan terus berinovasi.Terbaru, rencananya meluncurkan smart TV dan payment service, namun tidak serta merta layanan tersebut akan tersedia juga di Indonesia dalam waktu dekat. “Mereka (Wechat China) memang punya banyak tapi kan untuk masuk ke Indonesia harus kita coba dulu, dari sisi teknis-nya bagaimana,” ujar David.

Publikasi Jor-joran
Seperti diketahui, WeChat masuk pasar Indonesia setelah Tencent Holdings Limited menggandeng raksasa media lokal, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) atau lebih dikenal dengan MNC Media yang dikomandoi miliarder Hary Tanoesoedibjo.

Perusahaan patungan yang dibuat diberi nama  PT MNC Tencent. Komposisi saham antara MNC Media dengan Tencent sama kuat, diselingi kepemilikan dari fasilitator Hillhouse Capital Management Ltd dari China.

"Investasi banyak dalam operasional expenditure, soalnya produk sudah ada. Kita banyak habiskan untuk biaya pemasaran.Tahun lalu kami mengeluarkan sekitar US$ 30 juta,” ujar David.

Sayangnya David tidak memberikan keterangan tambahan berapa investasi yang mereka gelontokan tahun ini karena, sama seperti target penambahan pengguna,  hal itu belum diputuskan.

Meski tergolong baru, pamor Wechat langsung melesat karena derasnya  publikasi dan promosi jor-joran yang dilakukan MNC – Tencent melalui media yang dimiliki MNC Group.

Berkat promosi di media yang dimiliki MNC Group ini tidak heran jika Wechat mampu merebut hati pengguna smartphone, terutama mereka yang berada di luar kota, dimana aplikasi messaging lain tidak mampu memperkenalkan diri.

Baru-baru ini mereka menggandeng KFC sebagai merchant yang mau memberikan benefit bagi pengguna Wechat. Hal yang sama seperti yang dilakukan Kakaotalk dalam fitur Plus Friend. Sayangnya benefit yang diberikan Kakaotalk lebih beragam ketimbang Wechat. Selain Mc Donald, Kakaotalk juga menggandeng merchant seperti Seven Eleven, Chatime,Blitzmegaplex, Baskin Robins, dan lainnya. Untuk jualan ragam sticker pun, Kakaotalk masih lebih unggul.

Di internal perusahaan pun, Wechat cukup gencar melakukan promosi. Menurut sumber di MNC Group, manajemen memberikan kompensasi bagi karyawannya yang mau membuka ID di Wechat. Bahkan kompensasi lebih besar akan diberikan jika ID Wechat mereka memiliki lebih dari 200 Friend. Bayangkan jika ribuan karyawan MNC Group masing-masing memiliki 200 teman.

Pelanggan Betah
Lebih lanjut dikatakannya, selain menambah pelanggan, perseroan juga fokus membuat pengguna untuk mau berlama-lama bermain di aplikasinya. Salah satunya dengan menawarkan game-game yang menarik.

Tahap awal WeChat di Indonesia telah menyiapkan sekitar 4 game seperti Wreckless Racer, Gunz Dash, Craz3 Match, dan 2Day's Match. Semua bisa diunduh gratis sekaligus bisa digunakan sebagai lahan uang seperti layaknya bisnis game yang ada sekarang, yaitu dengan menjual item, asesoris game, dan lainnya.

Telkom Marketing 2
“Hingga dua atau tiga bulan mendatang, kami akan menambah game ini. Satu game setiap minggunya,” janji David.

Selain meluncurkan game untuk pengguna WeChat Indonesia, MNC Tencent juga mengumukan beragam stiker animasi gratis mulai dari Winnie the Pooh, Puppy Time, Frog and Horse, Mr.Egg, Bloody Bunny, Dada, Elise, dan Emoticat. Wechat juga menyediakan fitur baru berupa StoryCam, yaitu aplikasi yang mendeskripsikan 'apa', 'dimana', dan 'kapan' dari foto-foto pengguna. Sayangnya aplikasi ini hanya tersedia untuk platform Android dan iOS.

Angkasa Pura 2
Sekadar catatan, dalam survei yang dilakukan Mobidia, Kakaotalk menempati urutan pertama sebagai messenger yang paling sering digunakan dan mampu membuat pengguna betah berlama-lama. Bahkan Kakaotalk mampu menduduki peringkat pertama mengalahkan WhatsApp.(ss)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
atta 300 x 250.gif
More Stories
telkom sigma