telkomsel halo

Slot orbit 150,5 BT Bakal Lepas dari Indosat?

11:19:28 | 27 Sep 2013
Slot orbit 150,5 BT Bakal Lepas dari Indosat?
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2

JAKARTA (IndoTelko) – Kabar tak sedap mulai mengelilingi seputar slot orbit 150,5 Bujur Timur (BT) yang akan ditempati oleh Satelit Palapa-E milik Indosat pada 2016 mendatang.

Sumber IndoTelko yang selama ini banyak bermain di bisnis satelit mengungkapkan cerita pahit 2007 terhadap slot orbit itu sepertinya akan terulang.

“International Telecommunication Union (ITU) telah menanyakan ke Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terkait pengelolaan slot orbit itu. Bisa saja slot itu ditarik dari Indonesia karena dianggap tak dikelola,” ungkap sumber tersebut di Jakarta, Jumat (27/9).
 
Seperti diketahui, slot orbit 150,5 BT pernah  menyimpan cerita kelam dimana pada 2007 sempat  “hilang”. Ceritanya pada 2007 lalu  Indonesia divonis kehilangan slot orbit satelit 150,5 derajat BT oleh ITU.

Semula pemerintah telah menyerahkan hak pengelolaan slot satelit tersebut  kepada PT Satelindo yang kemudian bergabung ke Indosat.
 
Berdasarkan data Ditjen Postel, slot tersebut sebenarnya telah berakhir pada 2005 lalu. Namun karena adanya komitmen Indosat untuk mengisi slot sebelum 2009, maka Indonesia tetap memiliki slot 150,5  derajat BT.

ITU sendiri telah menginformasikan pada Februari 2005 slot tersebut bisa lepas dari Indonesia. Pemerintah Indonesia pun diberikan peluang memperpanjang hingga Agustus 2005.

Sayangnya, kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan, hingga akhirnya 2007 lalu jagat telekomunikasi heboh dengan berita lepasnya slot orbit 150,5 derajat BT.
Untunglah, berkat keuletan melakukan negosiasi, slot tersebut tidak jadi lepas. Belajar dari kesalahan tersebut, pemerintah menyatakan slot orbit 150,5 derajat BT dikelola secara konsorsium oleh Telkom dan Indosat melalui surat yang diterbitkan pada Maret 2009.

Telkom dan Indosat pada 2010 menandatangani Memorandum of Understanding (MoU)  disaksikan Menkominfo Tifatul Sembiring guna menggarap bersama  slot 150,5 derajat BT.

Di tengah jalan, Telkom balik badan dan lebih fokus ke satelit Telkom-3. Namun, satelit milik Telkom ini gagal mencapai orbit tahun lalu.

Nah, sesuai dengan prosedur di ITU, setiap dua tahun harus diinformasikan perkembangan dari pengelolaan slot orbit yang ada di satu negara. Pasalnya, hingga 2013 ternyata belum ada perkembangan siginifikan terkait slot 150,5 BT.

Ditanyakan
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto mengakui memang ada pertanyaan dari ITU terkait slot orbit tersebut.

“ITU sudah lama bertanya. Tepatnya sekadar memberitahukan saja,” katanya kepada IndoTelko, kemarin.

Menurutnya, isu beredar slot orbit tersebut akan ditarik tak bisa dilepaskan dari pihak Indosat yang agak telat memberitahukan perkembangan pengelolaan.
“Sejauh ini belum ada kata putus dari ITU soal slot orbit itu, tetapi memang agak beresiko jika tidak ada perkembangan siginifikan dari Indosat soal pengelolaan,” tegasnya.

Sudah Laporkan
Sebelumnya, President Director & CEO  Indosat Alexander Rusli mengaku telah menyerahkan rencana konkret pemanfaatan slot orbit satelit 150.5BT pada 20 September lalu  dan kabarnya laporan itu sudah masuk ke Kemenkominfo pada Rabu (25/9)

Indosat sendiri mengklaim telah banyak berbuat demi menaikkan valuasi slot orbit tersebut dimana menggandeng perusahaan satelit asal jepang, SKY Perfect JSAT dan menunjuk  Orbital Sciences Corporation untuk proses desain, produksi dan peluncuran satelit Palapa-E pada 2016 nanti.

Orbital juga tengah mencarikan fasilitas kredit ekspor bagi pendanaan satelit Palapa-E karena Indosat hanya mampu menalangi dari dana internal sekitar US$ 50 juta  dari total investasi sekitar US$ 200 juta hingga US$ 250 juta.

Bagaimana nasib slot orbit ini nantinya? Semoga telenovela 2007 tak terulang.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year