Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Tenang, BlackBerry masih Dilirik di AS

11:36:46 | 17 Aug 2013
Tenang, BlackBerry masih Dilirik di AS
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) –  Pamor BlackBerry boleh saja memudar di pasr smartphone global.Tidak demikian di pasar Amerika Serikat yang ditasbihkan sebagai salah satu barometer perkembangan smartphone dunia.

Dikutip dari laporan  comScore untuk periode kuartal kedua 2013, di Amerika Serikat tercatat ada 142 juta pengguna smartphone atau menembus 59% pangsa pasar.

Dari sisi merek, Apple menguasai pangsa pasar sebesar 40%, Samsung (23,7%),  HTC (8,5%), Motorola (7,2%), dan LG (6,6%).

Sedangkan dari sisi platform, Android menguasai 52% pangsa pasar, diikuti Apple (39,9%), BlackBerry (4,4%), dan Microsoft (3,1%).

Sebenarnya, jika dilihat dari hasil riset Gartner belum lama ini. Untuk pasar smartphone tak jauh berbeda nama-nama yang muncul di kuartal kedua di pasar global.  

Posisi pertama untuk penjual smartphone global di kuartal kedua 2013 adalah Samsung (71,38 juta unit), Apple (31,899 juta unit), LG (11,473 juta unit), Lenovo (10,671 juta unit), dan ZTE (9,687 juta unit).

Bedanya, nama  BlackBerry tak muncul  di tiga besar pangsa pasar sistem operasi yang digunakan selama kuartal kedua 2013.

Android menjadi raja dengan 177.898 juta unit smartphone menggunakannya atau menguasai 79% pangsa pasar. Disusul iOS dengan 31,899 juta unit smartphone atau 14,25 pangsa pasar. Berikutnya Microsoft sebanyak 7,407 juta unit atau menguasai 3,3% pangsa pasar.

BlackBerry berada di posisi keempat dimana hanya 6,18 juta unit yang menggunakan atau menguasai 2,7% pangsa pasar.

Kondisi Indonesia
Di Indonesia, jika melihat penjualan dari distributor dan peritel  seperti  PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), kondisinya tak jauh berbeda dengan pasar global.

Pembelian produk Samsung lebih tinggi dibandingkan BlackBerry pada semester I 2013.

Di Erajaya, kontribusi belanja Samsung terhadap penjualan perseroan naik menjadi 27,8%, sedangkan BlackBerry turun menjadi 27,3%.

Berdasarkan laporan keuangan Erajaya di semester I, total belanja ponsel perseroan mencapai Rp 4,59 triliun. Jumlah tersebut turun 4,9% dari belanja ponsel di semester I tahun lalu yang Rp 4,83 triliun.

Belanja produk Samsung melalui PT Samsung Electronics Indonesia mencapai Rp 1,66 triliun di semester I, atau naik 31,6% dari periode sama tahun lalu.

Belanja BlackBerry berasal dari Brightpoint Singapore Pte Ltd senilai Rp 1,63 triliun. Nilai belanja ini turun 30,5% dari periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 2,45 triliun. Kontribusi belanja BlackBerry terhadap total penjualan turun menjadi 27,3% dari 36,6% di periode sama tahun lalu.

Sementara belanja produk Apple dari Apple South Asia Pte Ltd naik menjadi Rp 607,9 miliar dibandingkan Rp 237,6 miliar di periode sama tahun lalu. Sedangkan belanja handset Nokia dari Nokia Sales International OY turun menjadi Rp 607,9 miliar dari Rp 979,5 miliar di periode sama tahun lalu.

Sedangkan Trikomsel Oke melakukan  belanja ponsel  di semeter I tahun ini sekitar Rp 5 triliun.
Trikomsel belanja BlackBerry   melalui Brightpoint mencapai Rp 893,5 miliar. Nilai tersebut naik 11,3% dari belanja Blackberry tahun lalu yang melalui PT Comtech Cellular senilai Rp 802,8 miliar.  Namun, kontribusi BlackBerry terhadap total penjualan perseroan justru turun menjadi 19,3% dari 19,6% di periode sama tahun lalu.

Belanja smartphone Samsung di Trikomsel  naik sebesar 76,9% menjadi Rp 465,9 miliar dari Rp 263,2 miliar di periode sama tahun lalu. Hal ini berarti  kontribusi belanja Samsung terhadap penjualan handsetnya naik signifikan menjadi 10,09%, dari 6,43%.
 
Sementara belanja Nokia melalui Nokia Sales International turun menjadi Rp 643,1 miliar dari Rp 860 miliar di periode sama tahun lalu. Kontribusinya terhadap total penjualan perseroan juga turun menjadi 13,9% dari 21% di periode sama tahun lalu.

Saat ini BlackBerry Indonesia sendiri tengah melakukan perang terhadap barang black market yang menjadikan kinerja keuangan dari mitranya menjadi tertekan.  Salah satunya dengan memperkuat purna jual. BlackBerry memiliki 30 gerai purna jual yang tersebar di seluruh Indonesia.  

Di Indonesia, RIM menunjuk tiga distributor resmi handset BlackBerry. Antara lain PT Surya Citra Multimedia (SCM), PT Comtech Cellular, dan PT Teletama Artha Mandiri (TAM).(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year