Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

65% Perangkat Broadband di Indonesia Dipasok Huawei

12:02:46 | 21 May 2013
65% Perangkat Broadband di Indonesia Dipasok Huawei
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Huawei mengklaim sebagai penguasa pasar perangkat broadband di Indonesia dengan keberhasilannya menguasai 65% pangsa pasar berkat memasok produk ke 10 operator di Indonesia.

Sepuluh operator itu adalah Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Axiata, Tri, Axis Telekom, Bakrie Telecom, Ceria, dan Mobile-8.

Produk yang dipasok oleh vendor asal China ini diantaranya, radio akses GSM/UMTS dan CDMA, transmisi, datacom, Fixed Access Network, Broadband Acces Network, core network, Application 7 Software, dan CPE.

“Kalau di perangkat CDMA, Huawei menguasai pangsa pasar 70%. Totalnya semua perangkat broadband itu kita kuasai 65% pangsa pasarnya,” ungkap CEO Huawei Indonesia Vincent Li.

Diungkapkannya, pada tahun ini perseroan ingin mengedukasi pasar Indonesia tentang teknologi TDD LTE. “Solusi LTE nantinya juga akan membawa manfaat besar bagi keseluruhan industri telekomunikasi Indonesia dengan menyediakan layanan komunikasi data berkecepatan tinggi, sehingga memungkinkan aplikasi berkualitas tinggi seperti layanan video dan penyiaran, serta berbagai aplikasi berbasis internet dengan kecepatan lebih tinggi, tersedia bagi konsumen Indonesia,” katanya.

Ekosistem
Direktur Pemasaran Huawei Indonesia Mark Donelly mengungkapkan untuk mengembangkan TDD LTE hal yang perlu diperhatikan adalah masalah ekosistem dan mitra roaming.   

“Ekosistem untuk TDD LTE di dukung lebih dari 32 TDD Chipsets, 163 model perangkat termasuk 20 telepon genggam pintar, termasuk di dalamnya Samsung Galaxy S3/S4, HTC one, Huawei Ascend D2, serta Media Pad Huawei,” katanya.

TDD LTE telah dioperasikan  di Brasil, Rusia, India, Cina dan Afrika Selatan, Jepang, Australia, Amerika Serikat dan lain-lain.
"Terdapat juga 41 jaringan komersial LTE TDD lintas 6 benua yang sudah digunakan dan sekitar 200.000 blok frekuensi yang telah diterapkan. Sejumlah 500.000 BTS akan didirikan pada tahun 2014, dan akan melayani kebutuhan telekomunikasi sekitar 2 milyar penduduk," jelasnya.

Huawei sendiri di luar negeri tengah banyak mengalami masalah terkait indikasi pelanggaran regulasi setempat. Belum lama ini komisi anti persaingan tidak sehat Eropa menuding Huawei dan ZTE melakukan dumping di kawasan tersebut.

Belum lagi masalah keimigrasian yang terjadi di Swiss. Isu keimigrasian itu diprediksi bisa mengancam kerjasama Huawei dengan Swisscomm. Masalah keimigrasian juga terjadi di Indonesia.

Ketua Serikat Pekerja Huawei Tech Investment (Sehati), Heru Waskito Krisnamurti kala aksi demo pada November 2012 mengungkapkan, dari 4.000 karyawan Huawei se-Indonesia, ada 1.300 pekerja asing dimana 1.000 di antaranya adalah TKA ilegal dari China. Beberapa waktu lalu kantor Huawei di Surabaya digeruduk Imigrasi Indonesia dan mengangkut sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang diduga tak lengkap surat-suratnya.(ct)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year