telkomsel halo

Indonesia Bergantung ke Mobile Broadband

18:52:35 | 07 Feb 2013
Indonesia Bergantung ke Mobile Broadband
Ilustrasi (Dok)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (indotelko) – Indonesia diperkirakan sangat bergantung kepada penetrasi mobile broadband untuk meningkatkan pengguna pita lebar dan pendapatan dari operator.

“Indonesia sangat bergantung kepada mobile broadband. Tidak hanya dari sisi pengguna, tetapi juga bagi operator sendiri sebagai mesin pendapatan dan penjual perangkat,” ungkap Head of Consulting ICT Practice Frost & Sullivan Dev Yusmananda di Jakarta, kemarin.
 
Menurutnya, mobile broadband akan menjadi penyelamat industri telekomunikasi Indonesia pada 2013 untuk keluar dari kejenuhan pasar tradisional yakni suara dan SMS.

Apalagi, harga untuk mengakses mobile broadband kian murah. Pada tahun 2012, penggunaan layanan data mobile untuk 1 GB per bulan hanya US$10, atau setara Rp97.100. Sedangkan, di tahun 2013, konsumsi data dengan kuota yang sama diprediksi hanya US$ 2,5 saja, alias Rp25.000.
 
Diperkirakannya, pada 2013 penjualan wireless dongle   akan tumbuh dengan compounded annual growth rate (CAGR) 47,5% , sementara ponsel cerdas akan tumbuh dengan CAGR sekitar 16,1% dan komputer tablet tumbuh dengan CAGR 11,6%.
 
Diungkapkannya,  dari total pendapatan penyedia jasa telekomunikasi di Indonesia senilai Rp135 triliun, sebanyak 38%  merupakan pendapatan dari layanan data. Sementara pelanggan layanan data seluler pada 2012 telah melebihi 250 juta orang.

“Operator masih bermain di luar koneksi data yakni  dengan menawarkan  mobile payment, mobile e-commerce, dan mobile advertising,” katanya.
 
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Setyanto P Santosa mengungkapkan, Indonesia salah kaprah dalam mengembangkan broadband karena mengandalkan wireless.

“Di luar negeri itu wireless hanya 40%, sisanya Fixed Broadband. Karena itu bagi saya broadband itu harus fixe. Serat optik masuk ke rumah-rumah,” katanya.

Dikatakannya, mengandalkan wireless untuk koneksi tidaklah bagus karena keterbatasan dari sumber daya yang ada.
“Dari investasi memang murah dan cepat. Tetapi kalau dilihat pola penggunaan yang akan rich content, apa bisa wireless melayani itu semua. Ada pun Long Term Evolution (LTE) belum tentu menajdi solusi,” tegasnya.

Siapkan Aturan
Pada kesempatan lain, Menkominfo Tifatul sembiring menargetkan aturan terkait  TE akan selesai tahun 2013 ini.

"Untuk 4G,  akan didahulukan yang LTE, saat ini tim dari Kominfo sedang menggodok peraturannya. Akhir tahun ini kita harap sudah selesai," kata Tifatul.

Dikatakannya,  untuk LTE akan menggunakan teknologi netral. Sehingga operator bisa lebih bebas dalam memilih pilihan perangkat dan teknologi. “Jadi nanti tinggal upgrade saja,” katanya.   

Sebelumnya, pada medio 2012  Tifatul  mengatakan layanan LTE akan beroperasi di Indonesia mulai tahun 2013 memakai frekuensi 2,3 GHz yang juga ditempati oleh layanan Wimax.(id)
 

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year