Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

MNC Sky Bidik Pengguna “Third Screen”

24:12:13 | 21 Dec 2012
MNC Sky Bidik Pengguna “Third Screen”
Ilustrasi (Dok)
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (indotelko) – Penyelenggara TV berbayar, PT MNC Sky Vision (MNC Sky) ingin membidik pengguna layar ketiga (Third Screen) untuk memperluas pasar layanan.

Third screen adalah istilah bagi pengguna samrtphone dan tablet untuk mencari  informasi. First screen biasanya identik dengan layar televise, second screen desktop komputer, dan third screen seiring maraknya tablet dan smartphone yang terkoneksi internet.

"Kita ada keinginan menjadikan siaran Indovision bisa dibidik dimana saja. Tidak hanya di TV, tetapi juga di smartphone atau tablet," ungkap Direktur Utama  MNC Sky Vision Rudy Tanoesoedibjo di Jakarta, kemarin.

Dikatakannya, untuk  menikmati layanan tersebut, perseroan  akan memasang piranti tambahan di decoder pelanggan. Satu  decoder akan berfungsi untuk satu tablet atau smartphone.

“Di Amerika Serikat layanan ini   sudah ada.  Sepertinya di Indonesia pada semester satu tahun depan bisa ditawarkan ke pelanggan,” katanya.

Kinerja
Berkaitan dengan kinerja dari perseroan, Rudy mengungkapkan terjadi  pertumbuhan pendapatan sebesar 38% menjadi Rp 2,15 triliun hingga 30 November 2012. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan MSKY senilai Rp1,57 triliun.

Lonjakan pendapatan tersebut didorong laju pelanggan aktif hingga 1.569.412 pada kuartal III 2012 di atas target 1,2 juta.  
Tahun depan pendapatan perseroan dipatok mencapai Rp 3,2 triliun."Tutup tahun ini kami yakni dapat melampaui angka 1,7 juta pelanggan," ujarnya.

Ditargetkannya, pada tahun depan perseroan menambah pelanggan sebanyak 600 ribu. Untuk menopang target ini, perseroan berencana membuka hingga 20 kantor cabang baru pada 2013.

Kini perseroan memiliki 85 kantor di seluruh Indonesia. “Biaya untuk membuka kantor cabang tersebut sekitar Rp300 juta. Kami akan membangun di daerah yang punya pertumbuhan ekonomi tinggi," ungkap Rudy.

Menurutnya, potensi pelanggan televisi berbayar di Indonesia masih sangat besar. Pelanggan ini diestimasi meroket hingga 7,7 juta pada 2020 atau setara 19 persen rumah tangga yang memiliki televisi.

"Kini ada 55 juta rumah tangga yang memliki televisi ada 18 juta yang mampu berlangganan. Tapi kini yang berlangganan baru 2,3 juta rumah tangga," ungkap Rudy.

MNC Sky Vision mengklaim menguasai 70% pangsa pasar televisi berbayar berkat  tiga produk yang dilempar perusahaan ke pasar yakni Indovision (45%), Top TV (20%), dan Okevision (5%).

Saat ini MNC Sky Vision memiliki  116 channel  dimana 26 channel di antaranya merupakan channel ekslusif.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
pollingkabinetjokowi.jpeg
More Stories
telkom sigma