telkomsel halo

Efek MotoGP Mandalika, rumah makan di Lombok kebanjiran pelanggan

05:03:00 | 13 Okt 2026
Efek MotoGP Mandalika, rumah makan di Lombok kebanjiran pelanggan
JAKARTA (IndoTelko) - Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk meningkatkan penjualan. Selain menarik wisatawan dan penggemar balap, ajang yang berlangsung pada 911 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit itu turut menggerakkan bisnis kuliner dan sektor pendukung pariwisata.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan dukungan terhadap motorsport juga diarahkan untuk memperkuat hubungan antara kegiatan olahraga internasional, pariwisata, dan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, kunjungan wisatawan membuka peluang bagi berbagai sektor, mulai dari akomodasi, kuliner, perjalanan wisata, penyewaan kendaraan, hingga layanan pendukung lainnya.

“Pertamina Grand Prix of Indonesia menjadi momentum untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia sekaligus membuka peluang bagi masyarakat lokal,” ujar Baron.

Dampak peningkatan kunjungan tersebut dirasakan Rumah Makan Sate Rembiga Ibu Hj. Sinnaseh. Nurul, kasir rumah makan itu, mengatakan penjualan pada kondisi normal dapat mencapai sekitar 1.500 porsi per hari. Berdasarkan pengalamannya, jumlah pelanggan meningkat ketika ajang balap berlangsung.

“Alhamdulillah omzet selalu naik kalau ada acara Pertamina Grand Prix of Indonesia seperti ini. Kalau bisa dibilang, dari pagi sampai malam ini ramai terus,” katanya.

Deni, salah satu pekerja di rumah makan tersebut, menyebut penjualan sate pada penyelenggaraan tahun sebelumnya dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Lonjakan aktivitas itu juga berdampak pada pendapatan pekerja melalui tambahan bonus.

Pengalaman serupa dialami Resto Sop Buntut Ibu Hong di Mataram. Menjelang akhir pekan balapan, pemilik usaha telah menambah persiapan bahan makanan untuk mengantisipasi kenaikan jumlah pelanggan.

“Setiap hari ramai juga, tapi saat ada Pertamina GP ini pengunjung yang makan jadi dobel,” ujar Ibu Hong.

Ia menambahkan, berbagai kegiatan yang berlangsung di sirkuit Mandalika turut mendatangkan pesanan bagi restorannya.

“Alhamdulillah semenjak ada sirkuit, kami senang. Karena setiap ada kegiatan di sirkuit, kita juga jadi kecipratan berkahnya,” katanya.

Peningkatan aktivitas usaha turut meningkatkan kebutuhan energi untuk operasional. Di Resto Sop Buntut Ibu Hong, LPG Bright Gas digunakan untuk mendukung kegiatan memasak ketika jumlah pelanggan bertambah. Ia menyebut pasokan energi yang lancar membantu restoran memenuhi kebutuhan operasional.

“Pasokan lancar, dan bisa memenuhi kebutuhan kami dalam melayani peningkatan kunjungan pelanggan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pelanggan restoran, Jerry Wenas, berharap semakin banyak kegiatan diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Circuit. Menurutnya, manfaat ekonomi dari aktivitas tersebut berpotensi menjangkau masyarakat di kawasan Kuta Mandalika, Kota Mataram, dan wilayah lain di Lombok.

Pengalaman para pelaku usaha tersebut menunjukkan bagaimana kegiatan motorsport dapat menciptakan peluang ekonomi di luar arena balap. Peningkatan kunjungan wisatawan berpotensi menggerakkan penjualan kuliner sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap akomodasi, transportasi, dan berbagai layanan lainnya.

GCG BUMN
Pertamina berharap penyelenggaraan Grand Prix of Indonesia dapat mendukung pertumbuhan ekosistem sport tourism di Lombok serta memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat setempat. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories