JAKARTA (IndoTelko) — BIPI Consulting memperluas bisnis layanan psikologi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) ke sektor pendidikan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan dan organisasi terhadap asesmen serta pengelolaan talenta.
BIPI Consulting yang telah beroperasi sejak 2018 kini menyasar empat segmen utama, yakni individu, institusi pendidikan, perusahaan, dan UMKM. Ekspansi tersebut dilakukan melalui sejumlah layanan yang mencakup Psychological Assessment, Training & Workshop, HR Consulting, dan Coaching.
CEO BIPI Consulting, Arnita Kusumaningrum, mengatakan kebutuhan layanan psikologi dan pengembangan SDM terus berkembang di berbagai segmen. Menurutnya, kebutuhan tersebut tidak lagi terbatas pada proses rekrutmen perusahaan.
“Kami melihat kebutuhan psikologi dan pengembangan SDM semakin beragam. Tidak hanya perusahaan yang membutuhkan dukungan untuk mengenali dan mengembangkan potensi individu, tetapi juga sekolah, siswa, hingga pelaku UMKM,” ujarnya.
Untuk memperluas pasar di sektor pendidikan, BIPI Consulting mengembangkan Future By BIPI yang berfokus membantu sekolah dan siswa mengenali potensi sejak dini. Layanan tersebut mencakup psikotes atau tes IQ, tes minat dan bakat, tes penjurusan kuliah, konseling, layanan onsite ke sekolah, serta program pengembangan potensi siswa.
Langkah tersebut membuat asesmen psikologi tidak hanya digunakan dalam proses memasuki dunia kerja. BIPI juga memosisikannya sebagai layanan pengembangan talenta sejak masa pendidikan untuk membantu siswa memahami kemampuan, minat, dan arah pengembangan diri.
Di segmen korporasi, BIPI Consulting menawarkan Psychological Assessment untuk mendukung proses rekrutmen, pemetaan potensi dan kompetensi, serta pengembangan karyawan. Perusahaan juga melengkapi layanan tersebut dengan Training & Workshop, Coaching, dan HR Consulting yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
BIPI Consulting turut memanfaatkan platform tes online berbasis AI dan fitur monitoring untuk meningkatkan efisiensi proses asesmen. Namun, perusahaan menempatkan teknologi sebagai alat pendukung, sedangkan interpretasi hasil dan pengembangan individu tetap melibatkan pendekatan profesional.
“Teknologi dapat membantu proses asesmen menjadi lebih efisien dan terpantau, tetapi pada akhirnya pemahaman terhadap individu tetap menjadi inti dalam pengembangan SDM,” jelas Arnita.
Selain korporasi, BIPI Consulting membidik kebutuhan pengelolaan SDM di sektor UMKM melalui layanan BIPI HR-MU. Layanan tersebut mencakup kebutuhan rekrutmen dan administrasi HR, termasuk penyusunan SOP, job description, struktur gaji, kontrak kerja, serta kebutuhan administrasi lainnya.
Model layanan tersebut memberikan alternatif bagi UMKM untuk memperoleh dukungan pengelolaan SDM tanpa harus membangun divisi HR internal. Bagi BIPI, pendekatan tersebut sekaligus membuka pasar layanan HR pada segmen usaha yang selama ini memiliki keterbatasan sumber daya untuk membangun fungsi SDM secara mandiri.
Ke depan, BIPI Consulting akan terus mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung layanan psikologi dan HR. Perusahaan tetap menempatkan pendekatan yang berpusat pada manusia sebagai dasar dalam proses asesmen dan pengembangan SDM.
“Kami percaya inovasi dalam layanan psikologi dan HR perlu berjalan seiring dengan profesionalisme. Teknologi dapat membantu proses menjadi lebih efektif, tetapi keputusan dan pengembangan tetap harus mempertimbangkan konteks serta kebutuhan setiap individu maupun organisasi,” pungkas Arnita.(wn)