Jobstreet dorong perusahaan hadirkan program magang yang adil

05:48:00 | 13 Jun 2026
Jobstreet dorong perusahaan hadirkan program magang yang adil
JAKARTA (IndoTelko) - Menjelang musim wisuda dan meningkatnya jumlah lulusan baru yang bersiap memasuki dunia kerja, Jobstreet by SEEK mengingatkan pentingnya program magang yang dirancang secara adil, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi. Temuan tersebut terungkap dalam Laporan Eksklusif Hiring, Compensation & Benefits 2025 yang menjadi acuan bagi perusahaan dalam membangun strategi pengelolaan talenta masa depan.

Menurut laporan tersebut, program magang yang mengedepankan pembelajaran, kepatuhan terhadap regulasi, serta pemberian kompensasi yang layak dinilai mampu menjadi sarana efektif untuk menarik dan mempersiapkan generasi muda sebelum memasuki dunia kerja secara penuh.

Temuan ini menjadi relevan bagi perusahaan yang tengah mempersiapkan kebutuhan talenta pada paruh kedua tahun ini, sekaligus menjawab meningkatnya perhatian generasi muda terhadap pengalaman magang yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan karier mereka.

Magang Harus Tetap Menjadi Ruang Belajar

Dalam laporannya, Jobstreet by SEEK mencatat bahwa sekitar 21% perusahaan merekrut tenaga kerja kontrak atau temporer dengan tujuan utama menekan biaya operasional. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian agar tidak memengaruhi tujuan utama program magang sebagai sarana pembelajaran.

Jobstreet menekankan bahwa peserta magang seharusnya memperoleh kesempatan untuk memahami dunia kerja secara langsung, membangun keterampilan profesional, serta mengembangkan portofolio yang dapat mendukung perjalanan karier mereka. Oleh karena itu, program magang tidak seharusnya diposisikan sebagai pengganti tenaga kerja dengan biaya rendah.

Head of Country Marketing Indonesia Jobstreet by SEEK, Sawitri, mengatakan bahwa magang merupakan fase transisi penting bagi mahasiswa tingkat akhir maupun siswa pendidikan vokasi sebelum memasuki dunia profesional.

Menurutnya, program magang harus tetap berfungsi sebagai ruang belajar yang memungkinkan peserta memahami budaya kerja, ritme operasional perusahaan, dan tuntutan dunia profesional. Karena itu, fokus utama program magang perlu diarahkan pada peningkatan kompetensi dan kesiapan kerja, bukan sekadar pemenuhan kebutuhan tenaga kerja.

Selain itu, perusahaan juga diingatkan untuk mematuhi ketentuan yang berlaku terkait pelaksanaan program magang, termasuk mengenai durasi program, jam kerja, beban tugas, hingga pemberian kompensasi sesuai regulasi yang berlaku.

Gen Z Cari Pengalaman yang Bermakna

Pandangan tersebut sejalan dengan hasil Workplace Happiness Index Indonesia 2025 yang menunjukkan bahwa Generasi Z merupakan kelompok pekerja dengan tingkat kebahagiaan kerja paling rendah dibanding generasi lainnya. Kelompok ini juga cenderung lebih memperhatikan makna pekerjaan, peluang pengembangan diri, serta keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Karena itu, bagi banyak talenta muda, pengalaman magang yang ideal tidak hanya berkaitan dengan imbalan finansial, tetapi juga kesempatan belajar, ruang berkembang, serta kejelasan arah karier di masa depan.

Meski demikian, Jobstreet menilai kompensasi yang layak tetap menjadi faktor penting untuk memastikan kesempatan magang dapat diakses oleh lebih banyak kalangan tanpa terkendala kondisi ekonomi.

Laporan tersebut juga mengungkap bahwa 47% perusahaan di Indonesia telah menyediakan program apprenticeship atau mentoring sebagai bagian dari benefit yang ditawarkan kepada karyawan maupun peserta pengembangan talenta. Angka ini menunjukkan semakin banyak perusahaan yang mulai menyadari pentingnya investasi pada pengembangan sumber daya manusia sejak dini.

Dorong Praktik Magang yang Lebih Inklusif

Jobstreet by SEEK juga menyoroti pentingnya implementasi prinsip Diversity, Equity and Inclusion (DEI) dalam program magang. Berdasarkan laporan yang sama, sebanyak 56% perusahaan di Indonesia telah mengadopsi berbagai inisiatif DEI di lingkungan kerja mereka.

Agar komitmen tersebut berjalan optimal, perusahaan didorong untuk memberikan kompensasi yang memadai kepada peserta magang, membuka akses yang lebih luas bagi kandidat dari berbagai latar belakang ekonomi, serta menghilangkan hambatan yang berpotensi membatasi kesempatan bagi talenta potensial.

Menurut Jobstreet, program magang tanpa kompensasi yang memadai berisiko hanya dapat diikuti oleh individu dari kelompok ekonomi tertentu. Kondisi ini dapat mengurangi keberagaman talenta di dalam perusahaan sekaligus mempersempit peluang memperoleh kandidat terbaik dari berbagai lapisan masyarakat.

Sebaliknya, program magang berbayar dinilai mampu memberikan manfaat strategis bagi perusahaan. Selain memperkuat citra perusahaan sebagai tempat kerja yang menarik, kebijakan tersebut juga memperluas akses terhadap talenta berkualitas, meningkatkan keterlibatan peserta, dan memperkuat pipeline rekrutmen untuk kebutuhan tenaga kerja di masa mendatang.

Investasi Jangka Panjang bagi Perusahaan

Jobstreet by SEEK menilai bahwa penyelenggaraan program magang yang seimbang antara pembelajaran, kepatuhan terhadap regulasi, dan kompensasi yang layak bukan hanya persoalan etika, tetapi juga investasi bisnis jangka panjang.

Sebagai platform pencarian kerja di kawasan Asia Pasifik, Jobstreet meyakini bahwa peningkatan standar program magang akan membantu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih sehat dan berkelanjutan di Indonesia. Di saat yang sama, perusahaan yang mampu menghadirkan pengalaman magang berkualitas berpeluang lebih besar membangun reputasi sebagai employer of choice di mata generasi muda.

Melalui laporan tersebut, Jobstreet by SEEK juga mendorong para pemimpin perusahaan dan praktisi sumber daya manusia untuk memahami lebih dalam tren kompensasi serta benefit yang berkembang saat ini guna memperkuat strategi pengelolaan talenta di masa depan. (mas)

Artikel Terkait